Sampang, (Media Madura) – Hari kedua tes kesehatan psikologi untuk bakal pasangan calon (Paslon) Pilkada Sampang, Madura, Jawa Timur, di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan, Surabaya, telah selesai, Sabtu (13/1/2018).

Usai menjalani tes kesehatan, tiga kandidat paslon menunjukkan kekompakannya dan saling bercanda. Mereka terlihat akrab walaupun akan bersaing ketat dalam pencoblosan 27 Juni 2018 nanti.

Sebelum tes psikologi, diluar lokasi ruang tunggu, H. Slamet Junaidi salah satu bapaslon ini memanggil lawan politiknya H. Hisan untuk bersama-sama masuk ke dalam ruangan tes kesehatan.

Jih Idi panggilan akrabnya bercanda bahwa jika tak ingin masuk khawatir tidak akan lolos.

“Toreh masok bhereng degghik tak lolos (Ayo masuk bersama nanti tidak lolos-red),” kata Jih Idi kepada Hisan.

Begitu pun Hisan menanggapi ajakan Jih Idi. Dirinya mempersilahkan lebih dulu memasuki ruang uji pemeriksaan kesehatan. Jika tak lolos, ia pasrah agar nantinya pemilihan bupati dan wakil bupati hanya diikuti dua paslon (pasangan Jihad dan Mantap).

“Enggi nyatoreh, tak anapah ma’le degghik we’duwe’an pas hom pimpa (Ya silahkan, tidak apa-apa biar nanti berduaan saja langsung him pimpa,” ucap Hisan disambut ketawa sejumlah pendukung lainnya.

Dia mengatakan, keakraban kandidat paslon membuktikan bahwa Pilkada 2018 ini akan terus berjalan aman, damai, dan lancar.

“Ya sangat bagus hakikatnya memang harus seperti itu, karena politik itu indah,” terangnya.

Pantuan mediamadura.com, tes kesehatan yang berlangsung selama dua hari dihadiri tiga kandidat didampingi masing-masing pasangannya. Slamet Junaidi – Abdullah Hidayat, Hisan-Abdullah Mansyur, dan Hermanto Subaidi-Suparto.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono juga turut hadir. Ia datang untuk memantau langsung tes kesehatan di hari kedua bagi bapaslon Pilkada Sampang.

Sementara itu, Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozak, menyampaikan ada 12 items yang diperiksa dalam tes kesehatan, seperti pemeriksaan echocardiografi, ultrasonografi, treadmill, mata, hingga THT.

“Kita hari ini sudah melakukan tes psikologi berdasarkan PKPU No 3 tahun 2013 perubahan No 15 tahun 2017 tentang pencalonan, maka KPU berkoordinasi dengan IDI, BNN dan Himpunan Psikologi Indonesia,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan