Sumenep, (Media Madura) – Sebanyak 19 dari 334 Desa yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tercatat tidak tuntas melalukan penebusan Rastra tahun 2017. 

Hal itu berakibat jatah bantuan beras sebanyak 661.020 ton yang seharusnya menjadi hak warga miskin dipastikan hangus lantaran tak tertebus.

Menurut Asisten Ekonomi Pembangunan Setkab Sumenep, Hery Koentjoro Pribadi, berdasarsakan data Pemerintah Kabupaten Sumenep, 19 desa yang tidak tuntas melakukan penebusan tersebar di empat kecamatan.

Diantaranya 4 Desa di Kecamatan Kota, 1 Desa di Kecamatan Batuan, 4 Desa di Kecamatan Manding, 4 Desa di Kecamatan Guluk-Guluk, dan 6 Desa di Kecamatan Pasongsongan.

“Sebagian desa ada yang tinggal satu bulan tidak ditebus ada yang sampai 5 bulan. Namun yang parah di Desa Marengan Daya Kecamatan Kota, selama satu tahun tidak melakukan penebusan sama sekali,” ujarnya.

Sementara, Kuota Rastra tahun 2017 di Sumenep mencapai 23.042.880 ton dalam satu tahun atau 1.920.240 ton setiap bulan. Dari pagu tersebut tahun ini hanya terealisasi sebanyak 22.381.860 ton.

“Jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) sebanyak 128.016 orang yang tersebar di 27 Kecamatan,”ungkapnya.

Sesuai aturan, Rastra seharusnya direalisasikan setiap bulan. Setiap RTS-PM menerima jatah 15 Kg dengan uang tebusan Rp1600 per kilogram. 

“Penebusan rastra dengan sistem cash and carry langsung di gudang bulog,” terang Hery.

Adapun batas akhir penebusan maksimal pada 15 Desember 2017. Maka, apabila desa tidak dilakukan penebusan pada waktu itu, jatah tersebut dipastikan hangus.

Namun, saat ditanya soal sanksi bagi desa yang tidak melakukan penebusan, Hery mengaku belum ada regulasi yang menaungi. 

Ia mengaku pihaknya hanya akan melakukan evaluasi kepada desa yang tidak tuntas melakukan penebusan tersebut. “Evaluasi ini sebagai acuan dalam pemberian bantuan pada tahun berikutnya,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.