Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pamekasan (dok/MM).

Pamekasan, (Media Madura) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Tito Prasetyo menyatakan, kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) yang menjerat Kepala Desa Dasok, Agus Mulyadi statusnya dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sesegera mungkin kami selesaikan (kasusnya). Kasus itu sudah dinaikkan ke penyidikan. Kita ada SOP,” tegas Tito, Rabu (13/12/2017).

Menurut Tito, ada pengurangan volume proyek paving dalam kasus itu berdasar kepada keterangan dari sejumlah saksi, sehingga telah memenuhi kaidah hukum yang mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

Senada, Kasi Pidsus Kejari Pamekasan, Eka Hernawan mengungkapkan, memang dalam pemeriksaan kasus itu tidak perlu mendatangkan banyak saksi, karena praktik yang merugikan negara itu sudah fatal.

“Saksi yang telah diperiksa tidak terlalu banyak, makanya perkara ini tidak sulit untuk pembuktiannya,” tambah Eka.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), terdapat empat item pekerjaan yang diduga menyalahi aturan. Tetapi sampai sekarang, kasus yang menelan anggaran ratusan juta itu tengah didalami Korp Adhyaksa tersebut.

“Kami menangani kasus korupsinya, sementara yang ditangani KPK adalah kasus suap dari kasus itu,” ujar Eka.

Ekan menambahkan, surat perintah penyidikan (sprindik) dipastikan terbit bulan ini. Sehingga penyelesaiannya hingga tahun 2018 sambil menunggu perkara suap yang ditangani KPK.

Kasus DD Desa Dasok itu telah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

Selain Kepala Desa Dasok, Agus Mulyadi, kasus ini juga menyeret eks Kajari Pamekasan, Rudi Prasetyo, Inspektur Inspektorat Pemkab Pamekasan, Sutjipto Utomo, staff Inspektorat Nor Sholehoddin, dan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.