Ditinggal Hermanto, Moh Hodai: Politik Itu Dinamis Kok

Moh Hodai ditemui di ruang fraksi Demokrat DPRD Sampang, Kamis (13/12/2017). (Ryan Hariyanto/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang terus hangat diperbincangkan. Sejumlah kandidat bakal calon bersama pasangan mulai berharap turunnya rokemendasi parpol sebagai kendaraan dalam kontestasi politik.

Namun bagi Moh Hodai, salah satu bakal calon wakil bupati yang pernah digadang-gadangkan akan berpasangan dengan Hermanto Subaidi sebagai bakal calon bupati, nampaknya mulai kandas.

Meski sebelumnya, publik khususnya di Sampang tenar dengan sebutan pasangan H2O (Hermanto dan Hodai).

“Ya benar, awalnya berencana berpasangan dengan Hermanto Subaidi, tapi ternyata beliau sudah punya pasangan lain, sehingga gagal,” ujar Moh Hodai kepada mediamadura.com ditemui di ruang fraksi Demokrat DPRD Sampang, Rabu (13/12/2017) pukul 10.30 WIB.

Hodai mengatakan, alasan lainnya yaitu posisi wakil bupati ingin diminta oleh kader partai pengusung Hermanto Subaidi.

Untuk sementara ini, dirinya mengaku masih belum dipinang oleh kandidat lainnya. Jika nanti ada bakal calon meminta berpasangan, maka masih akan melihat figur.

“Tapi nanti mau melihat figur, sekiranya cocok pasti berangkat,” kata Hodai.

“Makanya saya harus legowo ditinggal oleh Hermanto, politik itu dinamis kok,” imbuhnya.

Selama ini Moh Hodai pernah mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati di dua partai politik yakni Gerindra dan Hanura.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Hermanto Subaidi belum bisa memberikan keterangan meski nomer telepone yang biasa dihubungi bernada aktif.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.