Resmi Dilaunching, Ini Deretan Even Sumenep Visit Year 2018

Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur secara resmi melaunching Calender of Event (CoE) Sumenep Visit Year 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (5/12).

Pemkab mengusung tema ‘Interesting and Healthy’ untuk mempromosikan potensi pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep. Bahkan tahun ini mentargetkan kunjungan 15.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,1 juta wisatawan nusantara (wisnus). 

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat tema ‘Interesting and Healthy’ karena ingin menonjolkan potensi pariwisata yang dimiliki Sumenep yang memang sangat beragam.

Diantara yang hendak dimaksimalkan antara lain wisata alam, wisata religi, wisata budaya, wisata sejarah, wisata buatan, wisata minat khusus, geo wisata, dan wisata kuliner; serta wisata kesehatan (healthy) dengan menjadikan Pulau Giliyang sebagai ikon.

“Pulau Giliyang merupakan pulau oksigen karena memiliki kandungan oksigen tertinggi tingkat dunia mencapai 21,5% dan kandungan CO2-nya paling rendah. Banyak penduduk di Pulau Giliyang hingga kini berusia panjang di atas 100 tahun dan hidup sehat di sana,” kata Achmad Fauzi.

CoE Sumenep Visit 2018 mempersiapakan 36 event unggulan yang akan digelar dalam setahun penuh di antaranya berupa festitival, budaya, religi, sejarah, olahraga, serta festival kesehatan yang dijadikan sebagai tema dan menjadi salah satu ikon pariwisata Sumenep.

Berikut 36 event dalam tercantum dalam CoE Visit Sumenep 2018 : Sumenep Mengukir (17 Januari 2018), Batik on The Sea (15 Februari 2018), Kontes Kucing Internasional (17 Maret 2018), Gathering Media dan Pelaku Usaha Pariwisata se-Indonesia (14 – 15 April 2018), Pameran Lukisan (2 – 5 Mei 2018), dan Kejuaraan Catur Provinsi Jawa Timur (5 – 9 Mei 2018).

Kemudian Gebyar Mancing Internasional (9 Mei 2018), Pekan Tilawatil Quran Nasional RRI 2018 (Pertengahan Ramadan Mei 2018), Prosesi Upacara Adat Penyerahan Zakat Fitrah Keraton Sumenep (11 Juni 2018).

Selain itu Festival Kuliner Indonesia (14 – 15 Juli 2018), Pelangi di Sumenep Berbagai Festival (21 – 23 Juli 2018), Kerapan Sapi Tradisional ( di Lapangan Desa Langsar Saronggi – Sumenep pada 5 Agustus 2018) serta Pameran Keris Internasional dan Peresmian Museum Pusaka Sumenep (13 – 15 Agustus 2018).

Dilanjutkan dengan Festival Budaya Sumenep (24 – 26 Agustus 2018), Jalan–Jalan Santai 5.000 Egrang (2 September 2018), Festival Topeng Dalang Sumenep (7 – 8 September 2018), Jamasan dan Kirap Pusaka Keraton Sumenep (16 – 17 September 2018), dan Festival Kreasi Pemuda Indonesia (5 – 7 Oktober 2018).

Pada Oktober (19-21 Oktober) 2018 juga digelar Festival Santri se-Indonesia, Kontes Sape Sonok (21 Oktober 2018), Pameran Pembangunan dan Sumenep Expo (22 – 26 Oktober 2018), Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbing (24 Oktober 2018), Rokat Tasek Akbar (25 Februari 2018), Istighasah Muharram Khaul Akbar Raja – Raja Sumenep dan Tasyakkuran Hari Santri Nasional (25 Oktober 2018), Royal Dinner dan Pembukaan Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-ASEAN V (27-31 Oktober 2018).

Berikutnya, Ngontel Wisata Sehat Pulau Oksigen (4 November 2017), Sumenep Spektakule (11 November 2018), Sumekar Heart 10 km (18 November 2018), Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan Temu Guru se- Jawa Timur (25 November 2018), Festival Pencak Silat Pesisir Nasional (26 – 28 November 2018), Festival Batik Nusantara (15 – 16 Desember 2018), Ajang Tangkastrail Mania (16 Desember 2018), dan diakhiri dengan Gema Sholawat Sejuta Umat yang berlangsung di Depan Masjid Jamik Sumenep pada tanggal 31 Desember 2018. 

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.