Bangkalan, (Media Madura) – Dua dari empat tersangka pembunuhan sopir taksi online di Kabupaten Bangkalan ternyata residivis. Mereka yaitu Zainal Arifin, 33 tahun, Warga Jukong, Kecamatan Labang dan Febri Pratama, 23 tahun, warga Dusun Mangun, Desa Maguan, Kecamatan Brebek, Nganjuk.

Zainal pernah ditahan karena kasus pencurian sepeda motor, sedang Febri ditahan karena kasus membawa kabur anak di bawah umur. Kedua berkenalan di Lapas dan teman satu sel.

“Setelah sama-sama bebas, mereka berkomunikasi lagi,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha, Selasa, 5 Desember 2017.

Dalam kasus pembunuhan itu, Zainal dan Febri terlibat sejak perencanaan di rumah tersangka Rusdianto alias Uuk di Desa Langkap, Burneh. Zainal mendapat peran paling banyak, dia mencari dan membunuh korban.

Sementara Febri bertugas membawa senjata tajam jenis Bedas yang digunakan Zainal menghabisi korban. Dalam kasus itu, Kapolres Anis memastikan semua tersangka dijerat pasal yang sama yaitu 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Semua tersangka kami kenakan pasal yang sama, tinggal hakim yang memutuskan,” kata dia.

Selain Zainal, Febri dan Uuk, tersangka lain adalah seorang perempuan bernama Dewi Agustina, 23 tahun, asal Pamolokan, Sumenep. Dia juga perencanaan dan saat eksekusi berada dalam mobil.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.