Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Banjir rob atau banjir yang diakibtkan naiknya air laut menjadi ancaman di sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Pamekasan, seperti yang terjadi di Dusun Biyan, Desa Kaduara, Barat, Kecamatan Larangan.

Diakatak oleh warga setempat Syamsul, banjir dengan ketinggian kurang diatas lutut orang dewasa itu terjadi sejak Senin (4/12/2017) sekitar pukul 22.00 WIB malam.

“Tadi malam banjir terjadi sekitar pukul 22.00 WIB sampai pagi,” katanya, Selasa (5/12/2017).

Ditambahkan oleh pria yang sehari-hari sebagai nelayan itu, akibat fenomena tahunan itu beberapa rumah terendam air laut, bahkan ada beberapa warga yang sama sekali tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya karena air datang secara tiba-tiba.

“Kalau rumahnya lebih rendah dengan laut ya terendam, banyak yang terendam itu,” tambah Syamsul.

Fenomena itu memang terjadi setiap tahun, setiap musim penghujan tiba, namun menurut pria dua anak itu pada tahun ini lebih besar dari tahun yang lalu.

Dibarutahukan, di Pamekasan ada tiga kecamatan yang berpotensi terjadi banjir rob yakni, Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Larangan, dan Kecamatan Pasean.

Daerah itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya, antara lain di sebagian pesisir Sidoarjo, Surabaya Utara, Surabaya Timur, serta sebelah selatan selat Madura dan sekitarnya.

“Berdasarkan prakiraan itu, pasang air laut antara 140 hingga 150 cm dan hal itu diperkirakan terjadi antara pukul 22.00 hingga pukul 24.00 WIB, mulai tanggal 3 hingga 5 Desember 2017,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Akmalul Firdaus.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan