Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim

Pamekasan, (Media Madura) – Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur menegaskan proses peralihan status lembaganya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) segera terealisasi. Bahkan, tinggal menghitung hari.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim mengatakan, saat ini transformasi ke IAIN tinggal satu tahapan yaitu, menunggu peraturan presiden (Perpres) turun. Pihaknya pun optimis Perpres turun sebelum akhir tahun.

“Kemarin itu Menpan mengirim surat ke presiden untuk mendapatkan persetujuan prakarsa pembuatan Perpres. Maka kemudian, oleh Sekneg diteruskan ke Presiden, dan ternyata oleh Presiden, menyatakan menyetujui prakarsa pembuatan Perpres. Itu yang kemarin bersebaran itu,” katanya kepada mediamadura.com, Jumat.

Beberapa waktu lalu beredar surat Menteri Sekretaris Negara nomor B-1012/M.Sesneg/D-1/HK.03.01/10/2017 tertanggal 27 Oktober 2017.

Perihal penyampaian persetujuan penyusunan 8 (delapan) Rancangan Peraturan Presiden tentang Institut Agama Islam Negeri dan 1 (satu) Institut Agama Hindu Negeri.

“Sekarang, berdasarkan izin prakarsa itu, Menpan membuat draf Perpres untuk dikirim ke Kementerian terkait, yaitu Kemenkumham untuk diharmonisasi, baru ke Presiden. Sekarang prosesnya di meja-meja itu, di kementerian terkait. Ya menghitung harilah. Saya optimis,” tegas Kosim.

Bila Perpres dipastikan final, maka STAIN Pamekasan berubah menjadi IAIN Madura. Kosim menambahkan, telah menunggu lama perubahan lembaganya menjadi IAIN. Terhitung, sejak 2013 silam. Diakui pula, untuk menyambut peralihan status tersebut pihaknya sudah tidak sabar.

“Untuk menyambutnya, tentu kita persiapan mainset kita, pikiran kita yang selama ini STAIN yang kecil harus berubah menjadi besar. Jadi warga kampus semua, kita harus siap-siap mental dari sekarang. Tentu menata sarana dan prasana, menata SDM lebih siap lagi. Karena ini adalah penantian panjang sejak 2013 akhir,” tutup Kosim.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.