Polisi Tetap Usut Meninggalnya Peserta Menwa UTM

Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha

Bangkalan, (Media Madura) – Upaya penyidik Polres Bangkalan agar jenasah Mustaji diotopsi tak berhasil. Keluarga menolak otopsi karena telah mengikhlaskan kepergian almarhum.

Mustaji adalah mahasiswa semester I Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Cholil (STAIS) Bangkalan. Dia meninggal dunia usai mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) yang dipusatkan di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang terletak di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

Menwa merupakan salah satu bentuk pertahanan sipil, aktivitas diklat lebih banyak pada kegiatan fisik semi latihan ala militer.

Meski keluarga menolak otopsi dan tak menuntut apa pun, Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha memastikan tetap akan menyelidiki penyebab kematian Mustaji.

Langkah awal penyelidikan, polisi akan memeriksa peserta menwa, termasuk panitia. Penyelidikan, kata Anis, diperlukan untuk memastikan bahwa Mustaji meninggal karena bukan karena unsur kekerasan atau kelalaian panitia.

“Saat ini kami masih menghimpun data awal terkait kegiatan Menwa, sebagai bahan untuk memulai penyelidikan,” kata dia, Senin, 6 oktober 2017.

Senin siang, penyidik Polsek Kamal mendatangi Kasatreskrim, AKP Anton Widodo. Mereka tampak membawa setumpuk dokumen dalam map warna hijau pudar. Anton mengatakan dokumen itu terkait data kegiatan Menwa di UTM. Antara lain data peserta, data panitia dan susuna acara menwa serta kronologis kejadian versi panitia.

Setelah membaca kronologis versi panitia, Anton mengatakan korban Mustaji mulai lemas jam 4 subuh di masjid. Namun, dalam keterangan pihak Puskesmas Socah disebutkan korban tiba dipuskesmas jam 11.30 WIB Senin siang.

“Kalau sudah lemas sejak subuh, kenapa baru dibawa ke puskesmas siangnya. Apakah ini kelalaian? Perlu penyelidikan menyeluruh, untuk diambil kesimpulan,” kata Anton.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.