Melihat Transaksi E Tol di Jembatan Suramadu

Antrian kendaraan di tiga pintu tol Suramadu sisi Madura. Foto / Mukmin Faisal

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Bangkalan,(Media Madura)- Empat hari sejak karcis tol elektronik atau disebut E Tol di terapkan di jembatan Suramadu pada senin, 31 Oktober 2017 lalu. Masih tampak antrian kendaraan di tiga pintu tol Suramadu sisi Madura.

Pantauan mediamadura.com pada Kamis 2/11/2017) siang. Di tiga pintu tol yang dibuka, rata-rata antrean kendaraan mencapai 5 hingga 6 mobil tiap pintu. Bahkan, proses penempelan kartu e tol tiap mobil hampir rata-rata sama dengan  transaksi tunai. Untuk mengurangi antrean, lewat pengeras suara, petugas tol mewanti-wanti agar pengendara menyiapkan lebih dahulu kartu e tolnya.

Lalu bagaimana proses transakai e tol di Suramadu, kami mencari tahu dengan menumpang mobil milik Ahmat Faisol, warga Bangkalan. Dia hendak ke Surabaya untuk menjenguk ibunya yang sakit.

Ketika mobil sampai di pintu tol, Ahmat Faisol menyerahkan kartu warna biru, bentuknya serupa kartu ATM ke petugas tol. Petugas itu kemudian menempelkan kartu itu ke alat perekam transaksi. Kemudian dari alat itu keluar secarik kertas kecil. Isinya keterangan nominal transaksi Rp 15 ribu dan sisa saldo dalam kartu Rp 27 ribu.

“Harus isi lagi, besok mau ke Pasuruan,” kata Faisol setelah melihat saldo E Tolnya.

Menurut Faisol, kartu itu dibelinya pada petugas tol. Harganya Rp 50 ribu, isi saldo Rp 40 ribu. Kartu juga bisa dibeli di sejumlah mini market sekaligus melayani isi ulang saldo. “Kalau di Suramadu, masih semi online pola transkasinya,” ujar dia.

Rudi, sopir dumtruk, mengatakan penerapan e tol bikin ribet karena harus isi ulang. Apalagi gerai isi ulangnya belum tersedia di pedesaan.

“kalau isi ulang pulsa hape gampang, di desa banyak. Kalau isi ulang e tol harus ke kota, bikin ribet,” ungkap dia.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.