Tergiur Dump Truck Murah, Uang Milik Sucipto Rp 125 Juta Melayang

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar saat menunjukkan bukti setoran uang korban ke pelaku dalam ungkap perkara di Mapolres Sampang, Kamis (2/11/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Sucipto (42) warga Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melapor ke Polres Sampang, pada 23 Januari 2017 lalu, setelah tertipu dengan tawaran kendaraan dump truck harga murah.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang sebesar Rp 125 Juta usai ditransfer beberapa kali. Modus pelaku berpura-pura menjual kendaraan roda empat dan roda enam. Sayangnya, hingga saat ini kendaraan mobil yang dijanjikan tak kunjung tiba.

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, mengungkapkan sebelum kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan itu terjadi korban kenal dengan pelaku yakni Slamet Riyadi (35) warga Kampung Lutfia Tunggal, Kelurahan Sungai Sipal, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Sulawesi Selatan.

“Pelaku ini menawarkan kendaraan yang awalnya dump truck lalu mobil roda empat dengan harga murah,” kata Tofik saat gelar ungkap perkara di Mapolres Sampang, Kamis (2/11/2017).

Tofik menyampaikan, tanpa menaruh rasa curiga akhirnya korban mengirimkan uang ke pelaku melalui dua bank yakni BRI dan BCA di Sampang. Korban sudah mengirimkan uang sejak Desember 2016 hingga Januari 2017. Total uang yang ditransfer mencapai Rp 125 juta.

“Setelah uang dikirim oleh korban, justru pelaku sudah kabur ke kampung halamannya di Banjar Sulawesi Selatan, tapi polisi Sampang menangkap pelaku di Banjar pada Oktober 2017 kemarin,” jelasnya didampingi Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa lembar print out transfer uang bank BCA dan lembar setoran bank BRI.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 junto pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.