Videotron yang berad di depan Kantor Bappeda Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyoroti keberadaan dua videotron milik Pemkab setempat karena hingga kini tidak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Apik mengatakan, dua videotron itu salah penempatan dan dinilai tidak maksimal membantu pembangunan Gerbang Salam,julukan Pamekasan.

Lokasi dua videotron itu ada di Jalan Jokotole atau di depan Kantor Bappeda, dan di areal monumen Arek Lancor.

“Target PAD 25 juta rupiah per tahun itu masih minim atau tidak terpenuhi,” katanya, Selasa (23/10/2017).

Menurutnya, anggaran dua videotron bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 2,8 miliar. Keberadaannya tidak bisa mengimbangi anggaranya yang dikeluarkan karena hanya menyumbang PAD kurang Rp 25 juta per tahun.

“Segera dipindah itu, daripada tidak berguna sama sekali,” tambah Apik.

Bahkan, politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu meminta dua videotron tersebut agar dicarikan tempat yang lebih strategis untuk memancing pihak swasta atau perusahaan mau memasang iklan.

“Kalau selamanya ditempatkan di situ, saya pikir percuma, pihak swasta juga tidak akan memasang iklan,” tutup Apik.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, Bahrun, tidak bisa memberikan penjelasan. Berulang kali dihubungi via telepon juga tidak kunjung dijawab.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.