Ilustrasi / google

Sumenep, (Media Madura) – Hujan memang sudah beberapa kali mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namun hal tersebut tidak lantas status kekeringan sejumlah desa dicabut. 

Sebaliknya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep masih berencana menetapkan darurat kekeringan untuk beberapa desa lainnya yang mulai kesulitan air bersih.

Itu lantaran hasil koordinasi BPBD dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan masih akan berlangsung pada awal bulan November mendatang. 

“Jadi, status darurat kekeringan itu masih akan berlangsung hingga akhir Oktober ini. Sesuai koordinasi dengan BMKG, penghujan masih awal Nopember,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman, Selasa (24/10/2017).

Namun demikian, pihaknya berharap dalam beberapa pekan ke depan sudah ada intensitas hujan yang memadai, agar kekeringan di beberapa di wilayah tertunda.

“Kami berharap di awal Nopember itu, intensitas hujan sudah normal. Artinya, betul-betul masuk musim penghujan,” tandasnya. 

Sebelumnya, beberapa desa sudah ditetapkan sebagai desa kekeringan, dan berdasarkan pemetaaan BPBD, di Sumenep terdapat sekitar 38 desa yang masuk zona kekeringan dan tersebar di 13 Kecamatan. 

Desa-desa tersebut antara lain tersebar di Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Dasuk, Batang-Batang serta Rubaru. Kemudian wilayah Kecamatan Ganding, Lenteng, Pragaan.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.