Karapan Sapi Piala Presiden 2017 Masih Gunakan “Rekeng”

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timut Akhmad Sjaifuddin

Pamekasan, 16/10 (Media Madura) – Karapan sapi Piala Presiden 2017 (Gubheng) yang dijadwalkan pada Minggu (29/10/2017) mendatang masih menggunakan tradisi turunan yakni masih menerapkan sistem rekeng (tongkat kecil berpaku) untuk memacu kecepatan sapi.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timut Akhmad Sjaifuddin, namuj paku yang digunakan oleh para joki itu disediakan olrh panitia pelaksana sehingga ukurannya sama.

“Ukuran pakunya ditentukan panitia jadi lebih pendek dengan yang biasa digunakan, sehingga luka yang ditimbulkan tidak parah,” katanya, Senin (16/10/2017).

-Advertisement-

Ditambahkan oleh mantan Kadis PU Pengairan itu, untuk mengubah kebiasaan kegiatan yang masuk rangkaian Hari Jadi Pamekasan ke-487 itu agak kesulitan sehingga harus sedikit-sedikit.

“Jadi, runcing pakunya tidak begitu panjang dan karena untuk merubah kebiasaan itu tidak bisa langsung dihentikan, tapi harus secara berlahan,” tambah Ahmad sapaan akrabnya Akhmad Sjaifuddin.

Untuk penanggung jawab even karapan sapi itu ditangani oleh Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) IV Madura.

“Karapan sapi ini merupakan kegiatan unggul di ulang tahun Pamekasan, karena banyak menyedot penonton dari luar daerah maupun turis,” tutup Ahmad.

Reporter: Rifqi
Editor : Arf

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.