Sejumlah kiai saat menemui Bupati Sampang Fadhilah Budiono, Selasa (12/9/2017).

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah Kiai dari wilayah pantai utara, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, didampingi Ketua Majelis Ulama Sampang KH. Maksum Buchori mendatangi kantor Pemkab setempat, Selasa (12/9/2017).

Mereka ingin bertemu langsung Bupati Sampang Fadhilah Budiono. Kedatangan sejumlah kiai itu menyampaikan rasa keberatannya terhadap keberadaan destinasi wisata alam pantai dengan sebutan pantai “Long Malam” (buka sepanjang malam) yang berada di wilayah Sokobanah.

“Pantai Jodoh, Pantai Cuma Kamu, dan Danau Asmara yang masuk destinasi “Long Malam” ini dianggap lebih besar mudoratnya daripada manfaatnya,” Seksi Dakwah dan Fatwa MUI Kecamatan Sokobanah KH. Mahfud, Selasa (12/9/2017).

Kata Mahfud, pihaknya tidak mau menolak program pemerintah yang ingin memajukan Kabupaten Sampang. Namun, wisata itu lebih terindikasi terhadap arah maksiat. Alasan lain karena tidak sejalan dengan keinginan tokoh dan ulama setempat sebagaimana ajaran umat muslim umumnya lantaran dapat merugikan terhadap kader-kader muslim di usia remaja.

“Bisa memajukan Sampang ini melalui jalur lain bukan dengan keberadaan wisata seperti ini,” ungkapnya.

Sementara Bupati Sampang, Fadhilah Budiono mengaku telah menampung semua keluhan dan aspirasi tokoh dan ulama yang berada di sekitar destinasi wisata alam tersebut. Menurutnya, disisi lain pihaknya ingin melaksanakan instruksi presiden maupun Gubernur Jatim serta berdasarkan hasil rapat dengan bakorwil yang menyatakan tempat wisata alam untuk dikembangkan di Kabupaten Sampang yaitu berada di wialayah utara diantara, Hutan Kera Nepa di Banyuates, Air terjun Toroan di Kecamatan Ketapang dan wisata alam pantai di wilayah Kecamatan Sokobanah.

“Kami akan membentuk tim kajian untuk pengembangan wisata itu dengan melibatkan Forpimda, Forpimcam, Kiai serta kami akan mengajak legislatif untuk turun langsung melihat kondisi yang ada di sana,” jelasnya.

Fadhilah juga menyarankan, pihak perizinan untuk sementara waktu untuk tidak mengeluarkan izinnya serta melakukan larangan untuk beroperasi sepanjang malam.

“Kami sudah minta pengelolanya untuk buka pagi hingga sore 17.00 wib. Serta tidak diperkenankan membuyikan suara keras di malam hari di tempat itu. Tapi sisi lain adanya wisata itu, perekonomian di sana itu hidup,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan