Pantai jodoh di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang

Sampang, (Media Madura) – Dua destinasi wisata alam yang berada di wilayah pantai utara (Pantura) Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terindikasi dijadikan tempat mesum.

Seperti diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana. Ia mengatakan, dua tempat wisata itu yakni Pantai Jodoh di Desa Bira Timur, dan Pantai Cuma Kamu di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.

“Saat ini pengelolaan dua tempat wisata ini menuai pro dan kontra di masyarakat setempat. Lantaran terindikasi dijadikan tempat mesum,” kata Amin, Kamis (7/9/2017).

Kata Amin, berdasarkan laporan masyarakat sekitar bahwa dua lokasi wisata itu disediakan tempat peristirahatan bagi pengunjung dengan diberi tulisan berbau porno.

Untuk itu, Amin meminta pemerintah eksekutif turun langsung menengahi persoalan tersebut. Caranya dengan melegalkan dua lokasi wisata alam baik berkomunikasi dengan pihak pro dan kontra.

“Kami tidak menyuruh untuk ditutup, tapi harus diselesaikan persoalan ini karena sampai saat ini dikelola pihak luar yang tidak jelas meski tempat itu adalah aset negara,” tuturnya.

Menurut Amin, kalau persoalan tersebut dibiarkan, pihaknya khawatir akan terjadi kontak fisik. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menertibkan dua tempat wisata tersebut agar dalam pengelolaannya tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat sekitar.

“Perlu kita ketahui bahwa masyarakat di Sampang ini masih kuat dengan budaya ketimuran dan mempertahankan keislamannya, mungkin masih belum bisa disamakan dengan daerah-daerah lain yang sifatnya bisa memahami dan terbuka,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan, sebelumnya memang ada, tetapi setelah pihaknya turun langsung ke lokasi tersebut beberapa hari yang lalu sudah tidak ada tulisan-tulisan yang berbau porno.

Fadhilah menegaskan, prinsipnya pihaknya mendukung dengan adanya dua tempat wisata tersebut karena dapat menghidupkan perekonomian masyarakat setempat, hanya saja harus dibatasi jam bukanya maksimal sampai pukul 17.00 WIB.

“Soal pro dan kontra itu adalah hal yang biasa, mungkin persoalan ini muncul karena ada rasa iri antara kepala desa yang lama dengan yang baru,” terangnya.

Saat ini, lanjut Fadhilah, pada tahun 2017 pemerintah akan mengembangkan sejumlah wisata di wilayah pantura diantaranya Air Terjun Toroan di Kecamatan Ketapang, Hutan Kera Nepa di Kecamatan Banyuates dan dua pantai tersebut.

“Terutama di bagian infrastruktur dan lahan parkir agar tidak membahayakan pengunjung terutama anak-anak, tapi sampai saat ini masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan yang belum selesai di sekitar tempat wisata,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto

Tinggalkan Balasan