Ilustrasi / google

Pamekasan, (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memprediksi kekeringan di wilayahnya akan terjadi dalam dua bulan ke depan.

Hal itu diungkapkan, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, Budi Cahyono. Berdasarkan surat edaran atau laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.

“Masa kekeringan itu diprediksi terjadi pada bulan September dan Oktober 2017,” katanya, Kamis (7/9/2017).

Sementara, pada bulan November 2017 tanbah Budi, kemungkinan besar sudah turun hujan. Akan tetapi, biasanya kalau hujan pertama sumber air belum kembali seperti sedia kala, jadi instansinya tetap melakukan dropping air bersih.

“Diprediksi bulan November pertengahan atau akhir sudah turun hujan,” tambahnya.

Data menyebutkan, pada musim kemarau tahun ini di kabupaten berslogan Gerbang Salam itu, jumlah daerah yang terdampak kekeringan sebanyak 300 dusun di 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan dari 13 kecamatan yang ada.

Adapun kecamatan yang tidak mengalami kekeringan adalah Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Galis.

“Masa tanggap darurat itu ada masanya, yaitu selama dua bulan. Kami sekarang tiap hari mendistribusikan air ke daerah kekeringan,” tandas Budi.

Dalam pendistribusian air bersih kepada sejumlah daerah itu membutuhkan 7 armada setiap harinya, dengan rincian empat armada milik BPBD, sementara tiga armada lainnya dibantu mobil tangki milik PDAM.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan