Pamekasan, (Media Madura) – Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto memberikan materi pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada 200 orang Mahasiswa Akademi Keperawatan ( AKPER ) Pamekasan.

Pembekalan tersebut digelar di Aula Akademi Keperawatan Jln Jokotole Indah Kec Pademawu Kab. Pamekasan dalam “Gelar Kompetensi Dan Unjuk Kreasi Wasbang Bagi Pemuda Tahun 2017”.

Hadir dalam kegiatan Pembekalan Wawasan Kebangsaan diantaranya : Dandim 0826/PMK Letkol inf Nuryanto, Direktur Akper Adi Sutrisni, Kepala Bakesbangpol Al Walid SH, Dosen STAIN Moh Faridi dan Dosen UNIRA Mohammad.

Acara Gelar Kompetensi Dan Unjuk Kreasi Wasbang Bagi Pemuda Tahun 2017 dimulai pukul 08.15 Wib, diawali acara pembukaan dengan pembacaan Basmallah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Direktur Akper Ibu Adi Sutrisni.

Dalam sambutannya Adi Sutrisni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dandim 0826 Pamekasan yang telah berkenan hadir di Aula Akper ini, dengan harapan kehadiran Dandim bisa memberikan pencerahan dan pemahaman tentang Wawasan Kebangsaan bagi mahasiswa Akper.

Dalam Gelar kompetensi dan Unjuk Kreasi Wasbang Bagi Pemuda Dandim 0826 Pamekasan Letkol inf Nuryanto menjelaskan bahwa ancaman Proxy War disebut juga perang modern, ancamannya telah mengarah dalam segala bidang meliputi Ipoleksosbudhankam.

“Hampir semua konflik yang terjadi saat ini karena negara melihat potensi yang ada di negara tersebut dan Indonesia termasuk negara yang paling berpotensi dan bahkan semua negara ingin mengusai indonesia karena sumber daya alamnya,” paparnya.

Bahaya laten komunis, kata Dandim, sangat perlu diwaspadai bagi generasi muda sekarang, karena bahaya laten komunis merupakan perang era gaya baru yang menginginkan bangsa Indonesia tidak aman.

“Kenakalan remaja sudah merajalela, sering terjadi tawuran anak sekolah dan penyalahgunaan pemakaian narkoba bahkan anak usia dinipun sudah banyak mengenal barang haram tersebut, hal ini akan merusak genersi muda bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Terkait maraknya Narkoba ia mengajak kepada para pemuda untuk menjahui Narkoba karena Narkoba akan merusak masa depan bangsa.

“Cara mengatasinya adalah kita harus kembali kepada jati diri kita sendiri yaitu dengan berpedoman kepada UUD 1945 dan memahami makna yang terkandung dalam butir-butir pancasila,” pintanya.

“Kita sebagai bangsa Indonesia harus mampu mengamalkan apa yang ada di dalam UUD 1945 dan mampu melaksanakan apa yang terkandung dalam butir-butir Pancasila sehingga bangsa Indonesia akan tercapai kedamaian dan Indonesia akan lebih maju sesuai cita-cita bangsa Indonesia,” tukasnya.

Rilis

Tinggalkan Balasan