Sumenep, 29/8 (Media Madura) – Satu dari tiga tim Liga 2 asal Pulau Garam, Madura sudah dipastikan tak bisa lagi berlaga di kasta kedua Liga Indonesia musim depan. 

Perssu Sumenep resmi terdegradasi setelah gagal bersaing dengan tim lainnya di Grup 6. Perssu memang masih menyisakan satu kali laga, tetapi apapun hasilnya tak akan menolong kuda terbang dari turun kasta.

Atas kenyataan pahit ini, Fans Perssu, Peccot Mania langsung memasang badan, mereka menegaakan, meski tim kesayangannya akan kembali berlaga di kasta terendah, Peccot Mania memastikan tak akan mengalihkan dukugan sedikitpun.

“Kalau ngomongin klub lokal di Sumenep, bagi kami Peccot Mania, ya pasti cuma Perssu, mau berlaga di kasta berapapun, bagi kami wajib hukumnya untuk selalu mengawalnya,” ujar Drigen Peccot, Hasyim saat berbincang dengan mediamadura.com.

Memang, soal loyalitas kelompok suporter ini tidak perlu diragukan lagi,. Sejak Perssu masih di Liga Nusantara dan berjuang menembus Divisi Utama (DU) pada tahun 2015 lalu, Peccot Mania adalah pendukung yang paling setia mendampingi. 

“Yang jelas kami bukan suporter bayaran, kami bukan suporter musiman, dan kami pastikan apapun yg terjadi kami tetap setia dan bangga terhadap Perssu,” sambungnya.

Namun disamping menegaskan kesetiannya, Hasyim sedikit menganalisis nasib buruk Perssu yang dialami di musim ini. Katanya, kegagalan Laskar Kuda Terbang bersaing dengan tim lain karena disebabkan banyak sekali faktor.

Diantaranya, faktor regulasi yang memaksa managemen membongkar skuad yang sudah mengantarkan Perssu Juara III ISC B musim lalu, sehingga praktis punggawa Perssu musim ini mayoritas diisi oleh para pemain baru. 

“Tak dapat dipungkiri juga, Perssu terkendala masalah finansial, Perssu bukan klub kaya raya, bahkan manager di tahun ini hanya sebatas nama saja yg terpampang, langkah dan gerakan khusus untuk kemajuan Perssu dan bisa dibilang tidak ada,” ucapnya menyesalkan. 

Lebih dari itu, pria yang juga menjadi drigen di Suporter Madura Bersatu itu juga menyesalkan Bupati Sumenep yang terkesan tak serius dengan keberadaan klub yang jelas-jelas lahir di Sumenep. 

“Dulu ya, saat Perssu Juara Liga Nusantara, dihadapan ratusan Peccot Mania, Bupati berjanji akan segera menyempurnakan Stadion A. Yani dengan penerangan lampu Stadion, tapi nyatanya sampai sekarang tidak terwujud,” keluhnya.

Padahal, lanjut Hasyim fasilitas seperri stadion merupakan penunjang prestaasi dari suatu klub. Dan ketika klub berprestasi, akan banyak sektor kena dampak positifnya, seperti perhotelan, restoran/ kukiner bahkan tempat wisata akan menjadi sasaran para gila bola. 

“Tapi sayangnya sampai saat ini janji itu tidak terbukti. Tapi apapun itu, Bupati sudah pernah berjanji, dan janji itu adalah hutang, sampai kapanpun akan kami tagih. Untuk Perssu, semoga kedepan diurus oleh manager yang tepat, yang memikirkan prestasi tanpa embel-embel kepentingan lain,” tukasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan