Sampang, 16/8 (Media Madura) – Penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Sampang oleh DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sampang berakhir hari ini, Rabu (16/8/2017).

Sebanyak enam figur yang mendaftar, terdiri dari tiga bakal calon bupati yakni, Slamet Junaidi kader Partai NasDem (anggota DPR RI), Mohammad Ashari kader Partai Demokrat (pengusaha), KH. Mohammad bin Mua’fi Zaini kader Partai Golkar (anggota DPRD Provinsi Jatim).

Sedangkan, untuk tiga bakal calon wakil bupati adalah Aulia Rahman kader Partai Demokrat (Ketua Komisi I DPRD Sampang), Mohammad Subhan kader PPP (anggota Komisi III DPRD Sampang), dan Sapra’i Kades Ketapang.

Dari seluruh kandidat yang melamar dipastikan mengharap agar tinta emas alias rekom PPP turun menyandang ke salah satu nama figur untuk diusung maju di Pilkada Sampang 2018 mendatang.

Tak mau kalah bersaing memperebutkan rekom partai, Ketua DPC PPP Sampang Mohammad Subhan juga turut melamar ke partainya untuk ikut andil dalam kontestasi politik.

“Iya benar, tapi pendaftaran ke partai sendiri hanya menargetkan di posisi bakal calon bupati Sampang,” ujar Mohammad Subhan menanggapi dengan senyum, Rabu (16/8/2017).

Kata Subhan, alasan mendaftarkan diri ke partai berlambang Ka’bah ini muncul dikarenakan adanya keinginan dan greget dalam membangun Kabupaten Bahari. Hal itu juga ada dorongan langsung dari Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy saat kunjungannya di Sampang.

“Kita juga ingin shearing dengan figur lain yang sama-sama niat bangun Sampang, bukan karena partai ini punya tujuh kursi di parlemen DPRD, makanya siapa tahu terpilih, soal rekom nanti masih proses,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Panitia Seleksi bakal calon DPC PPP Sampang Moh Muzari, menjelaskan sudah ada enam kandidat yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati ke partainya. Hingga pukul 14.30 WIB, empat figur telah mengembalikan berkas pendaftaran. Sedangkan, dua lainnya belum mengembalikan.

“Sore ini kita tunggu sampai pukul 00.00 WIB, kalau tidak mengembalikan secara aturan ‘Didiskualifikasi’, soal penjaringan lebih mengutamakan masyarakat umum dalam kontestasi politik,” terang Muzari.

Disinggung mendaftarnya kader PPP. Muzari mengakui jika Mohammad Subhan juga mendaftar untuk ikut andil di Pilkada sebagai posisi Sampang 2.

“Sepertinya dari kader kami ada rasa ‘iri politik’ dan terpancing setelah beberapa kandidat mendaftar,” ungkapnya.

Dirinya pun tidak mempermasalahkan mendaftarnya kader PPP. Sebab, rekomendasi partai belum bisa ditentukan kepada siapakah sosok nama yang akan diusung. “Belum tentu kader kami direkom, karena wewenang DPW dan DPP, nanti tahapan selanjutnya Fit and Proper Test terhadap bakal calon,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan