Sumenep, 16/8 (Media Madura) – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar press realese hasil ungkap kasus periode bulan Januari-Agustus atau selama delapan bulan terakhir, Rabu (16/8/2017).

Sedikitnya terdapat 181 kasus kejahatan dengan 208 pelaku dengan jenis kejahatan seperti curat, curas, curanmor, penganiayaan, pemerkosaan, perjudian, pembunuhan, KDRT, penadahan, pengrusakan, sajam, senpi, pencabulan, illegal fishing, illegal logging dan penipuan.

“Dari 181 kasus itu, 39 kasus diantaranya merupakan kasus narkoba, dan 142 sisanya kasus kejahatan bermacam-macam,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora, saat memberikan keteramgan persnya dilapangan tembak Mapolres setempat, Rabu (16/8/2017).

Diterangkannya, untuk 142 kasus kriminal itu, diamankan 160 tersangka terdiri dari 151 tersangka laki laki dan 9 tersangka perempuan.

“Atas kasus tersebut sebanyak 318 kasus dengan 142 tersangka sudah dilimpahkan ke penuntut umum (JPU) guna proses peradilan, sedangkan sisanya 176 kasus dengan 34 tersangka di masih dalam proses penyidikan,” bebernya.

Sementara untuk kasus narkoba, tercatat 39 kasus dengan 48 tersangka laki laki dan total barang bukti 115,66 gram sabu-sabu. Saat ini, kasus tersebut, sebanyak 29 kasus dengan 34 tersangka sudah dilimpahkan ke penuntut umum (JPU), sedangkan sisanya 10 kasus dengan 14 tersangka masih dalam proses penyidikan.

“Barang Bukti sabu terbesar didapat dari tangan tersangka inisial AI seberat 68,92 gram dan inisial MM dengan berat 11,46 gram,” ungkapnya.

Pinora mengungkapkan, keberhasilan dalam pengungkapan kasus kejahatan tersebut merupakan bukti dari upaya yang dilakukan oleh jajarannya untuk menjaga keamanan dan ketertibanmasyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Sumenep.

“Kami memang meminta anggota untuk memberantas tindak kejahatan dalam bentuk apapun. Semua ini bertujuan mengantisipasi aksi kejahatan. Jadi, sekalipun ada aksi kejahatan, itu bisa cepat diatasi dan ditindaklanjuti,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan