Sumenep, 7/8 (Media Madura) – Fans sepak Madura khusus di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mungkin tak asing dengan nama yang belakangan ini menjadi perbincangan jagad sepak bola Indonesia. 

Ya, namanya Ali Budi Raharjo, mantan penjaga gawang Perssu Sumenep yang kini membela tim Martapura FC, salah satu tim kontestan Liga 2 Indonesia. 

Kiper bertubuh jangkung itu sedang bernasib sial. Pasalnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman berat atas dirinya, yakni larang bermain 10 kali dan denda Rp 10 juta. 

Ali disanksi karena tertangkap kamera melakukan tindakan kekerasan saat bermain membela timnya di laga lanjutan Liga 2 melawan Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. 

Pada pertandingan yang diwarnai tiga kartu merah itu, Ali dinilai terlibat sejumlah insiden, diantaranya ia menginjak paha penyerang Bajul Ijo, Rishadi Fauzi.

Dari rekaman pertandingan yang beredar, eks kiper andalan Perssu itu terlihat menginjak paha Rizhadi Fauzi meski masih belum diketahui apakah itu disengaja atau tidak.

Disamping itu, ia juga sempat melempar botol air mineral ke arah penonton dan juga memukul offisial Persebaya. Sehingga atas aksinya itu, Komdis memberikan larangan hukuman 10 laga untuk Ali dan juga denda Rp 10 juta.

Dalam pemberitaan sejumlah media nasional, Ali sempat membantah dirinya melakukan semua itu atas kesengajaan. Tapi, apapun faktanya, dia sudah dijatuhi sanksi dan patut menjadi pelajaran bagi pemain profesional lainnya. 

Bagaimanapun, dalam sepak bola tidak ada istilah kekerasan apalagi aksi brutal lantaran dipicu emosi, baik kekerasan itu dilakukan kepada pemain lawan, penonton atau perangkat pertandingan lainnya, karena sepak bola menjunjung nilai fair play. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan