Sampang, 19/7 (Media Madura) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang, Madura, Jawa Timur akan berlangsung di tahun 2018 mendatang. Guna menghadapi perhelatan tersebut, sejumlah partai politik (parpol) hingga kini terus menggodok strategi. Namun tidak bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Sampang,Rabu (19/7/2017).

Seperti diungkapkan Ketua Litbang dan Pengkaderan PAN Sampang Subaidi. Ia mengatakan, berbekal tiga kursi di parlemen Sampang, pihaknya memilih tak menarget posisi yang strategis dalam Pemilukada Sampang. Pasalnya kondisi partai yang menaunginya hanya menjadi partai pelengkap di persyaratan bakal calon yang akan maju di pesta demokrasi nanti.

“Dengan kursi yang ada, kami bukan menjadi pendukung atau pengusung, sehingga perlu pertimbangan yang cukup di internal kami untuk melakukan konsolidasi dalam pemilukada Sampang,” ungkapnya.

Disinggung keberadaan salah satu bakal calon Bupati Sampang Matorurruzaq sempat sensasional dengan PAN. Subaidi, mengklaim kedekatan itu hanya memberikan ruang gerak, bukan berarti harga mutlak dukungan partai.

“Tidak ada bakal calon yang pasti dari kami, kalaupun dulu pernah ada Torul, itu sekedar cek sound, dan kebetulan bersamaan dengan kegiatan kepartaian,” terangnya.

Kata Subaidi, sampai saat ini masih belum ada salah satu nama bakal calon yang dirasa ideal dari PAN dalam menyongsong demokrasi Sampang. “Belum ada, nantipun dalam Pemilukada kami masih melihat figur yang siap untuk diorbitkan walaupun di posisi calon wakil,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, persiapan jelang Pemilukada ini partai PAN masih melakukan beberapa komunikasi dengan parpol lain termasuk parpol yang mempunyai kursi terbanyak. Namun bukan berarti menyatakan sikap untuk berkoalisi.

“Sekedar komunikasi, bukan menyatakan sikap untuk berkoalisi, dan sejauh ini partai yang siap mengusung di bakal calon posisi Bupati sudah melakukan pendekatan,” tandasnya.

Untuk diketahui, dinginnya keperkasaan PAN Sampang bukan tanpa sebab, alasan itu dikarenakan selama ini partai besutan Amin Rais tersebut kerap diterpa isu tak sedap di internal kepartaian, mulai dari ketidaksepahaman dalam mengambil kebijakan bakal calon, bahkan kabar pemecatan kader kerap menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan