Pamekasan, 6/7 (Media Madura) – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Mohammad Sahur Abadi, mengaku malu jika kader partai berlambang kakbah itu maju sebagai calon wakil bupati (cawabup) pada Pilkada 2018 mendatang.

Pasalnya, kursi PPP di DPRD mendapat suara terbanyak dari beberapa partai lainnya, yakni sembilan kursi, sehingga bisa mencalonkan sepasang calon pimpinan daerah di masa akan datang.

“PPP ini mendapat suara terbanyak, kalau diporsikan PPP sama seperti dua fraksi, jadi masak masih selalu di wakil terus,” katanya pada sejumlah wartawan, Kamis (6/7/2017).

Menurut mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan itu, sangat optimis partai pengusungnya bisa menempatkan kadernya sebagai nomor satu, mengingat ada beberapa yang saat ini menjabat sebagai pimpinan strategis.

“Sangat mungkin PPP di M1, kan ada Pak Khalil Asyary yang saat ini wakil bupati, Halili ketua DPRD, selain itu KH Mondir dan Lora Wazirul Jihad,” tambah Sahur.

Disinggung apakah partainya akan mengusung satu pasangan dari kader internal sendiri, ia mengaku tergantung keputusan pimpinan partai, dan tidak menutup kemungkinan koalisi dengan partai lain juga akan terlaksana.

“Tapi kami tidak menutup diri pada partai lain untuk berkoalisi dengan PPP, syukur-syukur koalisi yang sudah terjalin kemarin tetap bersama,” tutup Sahur.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan