Sumenep, 4/5 (Media Madura) – Dua destinasi wisata unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ternyata belum mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

TDUP merupakan bukti tanda daftar yang wajib dimiliki oleh berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata, seperti usaha jasa perjalanan wisata, dan penyediaan akomodasi.

Selain itu, jasa penyediaan makanan dan minuman, jasa pramuwisata, penyelenggaraan pertemuan, dan beberapa usaha lainnya termasuk kawasan destinasi wisata.

Dokumen ini kemudian menjadi bukti resmi bahwa suatu usaha sudah terdaftar dalam Daftar Usaha Pariwisata dan dapat menyelenggarakan usaha pariwisata.

Terkait jasa perjalanan wisata, terdapat dua jenis bidang usaha yang wajib memiliki TDUP, yaitu usaha Biro Perjalanan Wisata dan Agen Perjalanan Wisata.

Kabid Penetapan dan Penerbitan izin, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DMPT) Sumenep, Kukuh Agus Susianto mengatakan, destinasi yang belum memiliki TDUP adalah, Pulau Gili Labak dan Pulau Giliyang.

“Pulau Gili Labak dan Giliyang belum ada yang mengajukan pembuatan TDUP,” kata Kukuh, Kamis (4/5/2017).

Untuk Gili Labak, menurut dia, sampai saat ini sistem pengelolaannya belum jelas, apakah akan dikelola pemerintah, BUMD, atau BUMDes.

“Yang kami dengar, hanya Pantai Sembilan saja yang akan dikelola oleh BUMDes. Tapi juga belum ada pengajuan (Izin TDUP),” imbuhnya.

Kukuh menjelaskan, penerapan TDUP berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha Pariwisata.

“Dalam PP tersebut hal pokok yang harus mendapat perhatian dalam penetapan Standar Usaha Pariwisata adalah Keamanan, Keselamatan, Kenyamanan, dan Kebersihan,” bebernya.

Sementara dalam prosesnya, penertiban TDUP harus melalui proses cukup panjang, karena harus disesuaikan dengan RT RW dan RDTDRK, jika lokasi destinasi berada di kawasan perkotaan.

“Kami siap memproses pengajuan itu, dan cukup mudah kok, apalagi saat ini proses perizinan sudah melalui online,” tuturnya.

Kata Kukuh, hingga saat ini baru satu destinasi yang telah mengajukan izin TDUP yakni pengelola destinasi Bukit Tinggi di Kecamatan Lenteng.

“Tapi yang Bukit Tinggi belum ditindak lanjuti, da kami tidak tahu apa kendalanya kok tidak ditindak lanjuti, padahal pengajuannya sudah masuk,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan