Sampang, 2/5 (Media Madura) – Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Koordinator Daerah Sampang, Madura, Jawa Timur mengendus adanya korupsi dalam pengadaan buku referensi perpustakaan SD tahun 2016 yang berada di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Buntut dugaan korupsi itu mengalami kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,79 miliar.

Ketua Jaka Jatim Koorda Sampang Sidik, mengatakan dugaan korupsi pengadaan buku tersebut dilaporkan secara resmi ke Kejaksaan Tinggi Surabaya pada Selasa (2/5/2017) pukul 11.30 WIB.

Dugaan korupsi itu terjadi melalui modus pengurangan volume buku sebanyak 89.858 eksemplar dari jumlah total 131.950 eksemplar menjadi 42.092 eksemplar. Terutama, kegiatan pengadaan buku tersebut tidak sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) terhadap 50 lembaga SD sebagai penerima bantuan.

“Dari total 50 lembaga penerima bantuan buku referensi perpustakaan SD itu ada 89.858 eksemplar diduga tidak direalisasikan, maka kerugian negara sebesar Rp1,79 miliar lebih,” ucapnya, Selasa.

Sidik panggilan akrab Didik, menuturkan hasil investigasi timnya ditemukan adanya pengurangan volume buku seperti di salah satu lembaga penerima SDN Dharma Camplong 4 Kecamatan Camplong, dari 2.639 eksemplar hanya diterima 870 eksemplar.

Serta, SDN Pancor 1 Kecamatan Ketapang dari 2.639 eksemplar diterima 350 eksemplar, dan SDN Jeruk Porot 2 Kecamatan Torjun dari 2.639 eksemplar diterima 728 eksemplar.

Tak hanya itu, lanjut Didik, waktu pelaksanaan kegiatan melebihi batas waktu yang telah ditentukan yakni dari SPK tertanggal 16-26 Desember 2016. Sedangkan, pihak rekanan pengadaan buku dilakukan oleh CV. D P S (inisial).

“Apalagi kondisi barang yang dikirim ke lembaga penerima tidak sesuai spesifikasi yaitu tidak ada jahit kawat dan pendistribusian buku referensi perpustakaan SD ke lembaga penerima dilakukan pada bulan Januari 2017, seharusnya dalam waktu 10 hari itu kegiatan dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Nurul Hadi, belum bisa dikonfirmasi meski berkali-kali dihubungi tidak ada jawaban.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan