Pamekasan, 14/3 (Media Madura) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) memberikan pembatasan bagi warga yang sudah pernah naik haji. Bagi masyarakat yang sudah melaksanakan haji tapi ingin melaksanakan yang kedua kalinya baru bisa mendaftar lagi setelah 10 tahun sejak kedatangannya.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pamekasan, Afandi mengatakan, terhitung sejak tahun 2015 lalu, Kemenag pusat memberlakukan regulasi pembatasan pendaftaran haji bagi masyarakat yang sebelumnya sudah melaksanakan haji.

“Aturan itu dibuat untuk memprioritaskan masyarakat yang belum pernah melaksanakan rukun Islam kelima itu, mereka yang sudah melaksanakan haji, baru bisa mendaftar lagi setelah 10 tahun. Dihitung mulai tahun kedatangan dari mekkah,” katanya, Selasa (14/3/2017).

Menurutnya, kebiasaan itu biasanya terjadi pada warga yang mempunyai biaya atau tabungan lebih, sehingga baru datang dari tanah suci kembali mendaftar.

“Bagi mereka yang punya kemampuan biaya untuk berangkat haji, Baru datang, tapi sudah mendaftar lagi. Makanya, dibuat regulasi,” tambah Afandi.

Untuk diketahui, saat ini antrean jamaah haji di Pemakasan mencapai 21 tahun. Dengan kata lain, pendaftar haji bulan pada Maret ini, baru bisa berangkat di tahun 2038 dengan estimasi keberangkatan kuota nasional sebanyak 221.000 per tahun.

“Jamaah calon haji di Pamekasan yang masuk daftar berangkat tahun 2017 ini berjumlah 868 orang. Tapi dari jumlah itu, terdapat sekitar 10 orang yang mengundurkan diri dan memilih untuk menunda keberangkatan dengan sejumlah alasan,” ungkapnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan