Pamekasan, 1/3 (Media Madura) – Salah satu suporter sepak bola di Pamekasan, Madura, Jawa Timur memprotes pembangunan pagar tribun Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Rabu (1/3/2017) sore.

Bentuk protes itu disampaikan oleh suporter melalui tulisan “#SAVE SGRP INI STADION BUKAN PENJARA” berwarna merah di atas kain putih yang dibentangkan di sebelah barat tribun ekonomi saat laga uji coba Persepam Madura Utama (P-MU) melawan Gresik United.

Aksi protes tidak hanya sampai di situ, selain bernyanyi dengan lirik “Pak Bupati… Ayo Bupati, Ini Stadion Bukan Penjara”, juga beberapa suporter saat turun minum babak pertama turun dari tribun dan menyambangi Bupati Pamekasan, Achmad Syafii yang duduk di bench pemain tim P-MU.

Salah satu perwakilan suporter, Sudarmadi, di hadapan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mengeluhkan keberadaan pagar tribun yang terlalu tinggi. Sehingga, menurutnya, keberadaan suporter atau penikmat bola seakan berada di dalam penjara bukan di stadion.

“Tolong Pak Bupati, keberadaan pagar tribun sangat mengganggu penonton bola, kami saat nonton bukan seperti di stadion tapi kayak di penjara, karena ketinggian dan besinya kebesaran,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, berjanji dalam waktu dekat akan memperbaikinya. Itu semua demi kenyamanan suporter serta teguran dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Persoalan pagar dibtribun memang sudah direncanakan untuk diturunkan sedikit, termasuk pagar pemisah suporter tim tamu, ya dalam waktu dekat lah,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan