Sampang, 13/2 (Media Madura) – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Sampang Suyono membantah mempersulit para petani untuk mengklaim program Asuransi Usaha Petani Padi (AUTP) yang lahannya gagal panen akibat terendam banjir yang melanda di Kota Sampang.

“Tidak mempersulit, justru ingin semua petani ikut serta dalam program untuk petani gagal panen bisa ganti rugi dari pemerintah itu,” tegas Suyono, Senin (13/2/2017).

Kendati demikian, dia menuturkan jika tudingan petani dalam mengklaim lahannya yang ikut program pemerintah pusat itu dinilai sulit, dikarenakan pihak Jasindo selaku asuransi sedang ada pergantian kepemimpinan.

“Begitu pula di Dinas Pertanian, sehingga perlu waktu menyelesaikannya,” jelasnya.

Suyono menyampaikan waktu yang dibutuhkan dalam klaim lahan petani tersebut sekitar seminggu dalam hari kerja. Ia juga menambahkan, pasca banjir merenda Kota Sampang selama beberapa hari lalu berdampak sebanyak 140 hektar lahan pertanian rusak alias gagal panen.

Catatan mediamadura.com, program AUPT ini besaran premi yang ditentukan oleh pemerintah sebesar Rp180 ribu per hektare, dimana 80 persen dari jumlah tersebut disubsidi oleh pemerintah. Dengan kata lain petani hanya membayar sekitar Rp 36 ribu per satu hektare luasan lahan.

Sebelumnya, program asuransi untuk mengantisipasi bencana gagal panen tersebut dikeluhkan salah satu Ketua Kelompok Tani (Poktan) asal Desa Panggung Kecamatan Kota Sampang.

“Ada 17 hektar lahan padi diikutkan program asuransi petani. Tapi ketika hendak diklaimkan malah sulit dan tercatat 11 hektar yang bisa diklaim,” tutur Musayyin.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan