Sumenep, 13/2 (Media Madura) – Sejumlah aktivis yang menamakan dirinya Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Komisariat Daerah Sumenep, Madura, Jawa Timur mendatangi kantor wakil rakyat setempat guna menyuarakan minimnya kepedulian pemerintah akan keselamatan para nelayan.

“Dengan tidak adanya peringatan cuaca, tidak ada bantuan alat keselamatan membuat para nelayan Sumenep menjadi anak tiri di tanah dan lautnya sendiri,” kata korlap aksi, Urip Prayitno di hadapan demonstran.

Menurutnya, banyaknya nelayan yang menjadi korban atas cuaca buruk ini, tidak ada langkah apapun. Karena fenomena La Nina yang menimpa wilayah tropis menyebabkan cuaca hujan serta angin menjadi tak menentu.

“Wakil rakyat macam apa kalian, dibawah keluarga sedang berkabung karena angota keluarganya hilang saat melaut, sementara kalian (anggota DPRD) enak-enakan duduk di kurasi dan ruang ber-AC,” teriak Urip.

Berdasarkan data yang dirilis pemdemo, dua warga Desa Ambunten Timur, Kecatan Ambunten masing-masing Abd Rozak dan As’ad menjadi korban cuaca buruk, sudah 13 hari belum ditemukan. Kemudian 1 mayat ditemukan terdampar di pulau Giliyang. Harusnya ini menjadi masalah serius bagi eksekutif dan legislatif.

“Ini disinyalir ada pembiaran, nelayan mati dianggap biasa. Lantas dimana peran pemerintah untuk memberikan keselamatan kepada warganya,” sambung Urip.

Untuk itu, sejumlah aktivis tersebut mengutuk tindakan pembiaran pemerintah setempat karena tidak adanya kepedulian terhadap masyarakat kecil.

Pantauan di lokasi, mereka menggelar aksi do’a bersama dibawah terik matahari dengan membacakan surat yasin di depan kantor wakil rakrat di Jalan Trunojoyo. Mereka meminta wakil rakyat dari dapil IV untuk menemuinya.

Sementara aparat kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi tersebut berjumlah ratusan personel.

“Ada sekitar 150 petugas yang diterjunkan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi singkat.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan demonstran masih menggelar audiensi dengan wakil rakyat di ruang komisi II DPRD Sumenep.

Reporter: Panji Agira
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan