Sampang, 9/2 (Media Madura) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma’ruf Amin, meminta umat Islam khususnya Ulama di Madura untuk tetap bersikap tenang dan tidak terprovokasi menanggapi pernyataan dalam proses sidang kasus dugaan penistaan agama yang terkesan memojokkan ulama NU.

“Tetap tenang tidak terpancing oleh hasutan dan ajakan melakukan tindakan yang melanggar hukum,” kata KH. Ma’ruf Amin saat sambutannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan silaturahmi Ulama se-Madura di Penopo Sampang, Kamis (9/2/2017) pukul 14.30 WIB.

KH. Ma’ruf Amin yang juga sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu berterima kasih kepada Ulama se-Madura atas dukungan penuh secara moral kepada dirinya.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriah Jatim KH Nuruddin Nurahman saat memberikan sambutan penutup, menyampaikan jika sejumlah ulama termasuk di Jawa Timur sudah sepakat dan kompak terus mendukung Rais Aam PBNU.

“Intinya masyarakat, Kiai, dan ulama di Madura siap untuk bertindak tegas kepada pihak-pihak yang sengaja ingin melecehkan Al-Quran ataupun menodai urusan agama,” tegas Nuruddin.

Ketegasan itu langsung direspon baik oleh para ulama dan undangan yang hadir di Pendopo Sampang dengan gemuruh takbir. Sebab, kata dia, khususnya warga NU bukan intoleran.

Ketua Umum MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin didampingi Ulama se Madura dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf dalam acara di Pendopo Sampang Kamis (9/2/2017)

“Bagi kami khususnya warga NU bukan intoleran, tapi kalau urusan agama tidak akan tinggal diam karena harga mati demi menjaga NKRI. Allahuakbar,” gemuruhnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan