Pamekasan, 9/2 (Media Madura) – Pelatih Gomes De Oliviera tidak memainkan Asep Berlian saat Madura United dikalahkan Semen Padang 0-1. Gomes punya alasan tersendiri atas keputusan tersebut.

Keputusan Gomes sontak membuat fans Madura United terkejut saat mengetahui Asep tidak masuk dalam daftar susunan pemain Madura United pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Rabu (8/2/2017) malam.

Padahal dalam laga sekrusial itu, tentu dibutuhkan pemain yang tengah berada di performa terbaik. Apalagi bertindak sebagai tuan rumah.

Dalam laga penyisihan grup E Piala Presiden 2017 di Madura, pelatih asal Brasil ini menduetkan Slamet Nurcahyo dengan Rizky Dwi, dan Chan Il Jung di lini tengah. Sementara dari bangku cadangan, Gomes memasukkan Fandi Eko Utomo.

Gomes sendiri mengakui hal tersebut sebagai keputusan yang sulit. Tapi menurutnya, mengistirahatkan Asep merupakan bagian dari strategi demi stabilisasi tim. Terlebih dari babak pertama Gomes harus memainkan para pemain muda.

“Untuk Asep hari ini (kemarin.red) kita simpan dulu, kita coba Fandi untuk lebih banyak menyerang karena sudah punya tiga pemain bertahan yang tangguh. Jadi untuk menerapkan strategi hari ini kita pilih Fandi dulu daripada Asep,” kata Gomes.

Bek Madura United, Fachrudin Aryanto merasa timnya kurang beruntung melawan Semen Padang. Madura United sudah bermain maksimal sesuai instruksi pelatih dan menciptakan banyak peluang. Tapi, keberuntungan seakan menjahui tuan rumah.

“Kita sudah berjuang, kita mungkin belum beruntung aja kan, kita juga banyak peluang di babak kedua,” ungkapnya.

Madura United menyoroti kepemimpinan wasit Musthofa Umarella. Ada tiga keputusan wasit yang dinilai merugikan tuan rumah. Pertama, wasit tidak meniup peluit saat pemain Semen Padang, Cassio De Jesus melakukan handball di kotak terlarang di menit ke-34.

Kedua, pelanggaran handball pemain Semen Padang di kotak penalti kembali terjadi di menit ke-87. Handball dilakukan kedua kalinya oleh Cassio De Jesus berawal dari tendangan bebas Slamet Nurcahyo. Namun tetap saja wasit tidak menggubris reaksi dan argumen pemain Madura United.

Wasit juga mengeluarkan keputusan kontroversial. Yakni, atas kartu kuning yang diterima Bayu Gatra. Wasit melihat Bayu Gatra melakukan diving. Versi Madura United, Bayu Gatra murni dilanggar sebab terlihat sedikit ada benturan kaki dari pemain Semen Padang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan