Sampang, 7/2 (Media Madura) – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya dipasangi Closed Circuit Television (CCTV) di setiap sudut ruangan.

Pemasangan CCTV itu dilakukan guna mengantisipasi kejadian terulang soal kaburnya narapidana dan membantu memonitor pengawasan serta pengamanan.

“Ada 12 CCTV dipasang di sejumlah titik Rutan,” kata Kepala Rutan Kelas II B Sampang Gatot Tri Raharjo, Senin (6/2/2017).

Gatot mengatakan, CCTV ini juga tersambung dengan Kepolisian Resor Sampang. Mengingat, petugas keamanan minim yaitu satu regu hanya empat orang.

“Karena untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, sama dengan lapas di daerah Jawa lainnya. CCTV diperbantukan untuk memonitor pengawasan dan pengamanan,” ucapnya.

Menurut Dia, pemasangan CCTV tersebut masih dalam uji coba. Sebab, nantinya akan dilakukan pemasangan pemancar. “Makanya tadi Kapolres berkunjung ikut memeriksa alat-alat pengawasan itu,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar menambahkan, dengan adanya pemasangan CCTV pihaknya dapat membantu mengawasi kegiatan-kegiatan yang terjadi di Rutan.

“CCTV itu akan disambungkan ke Polres untuk membantu untuk monitor,” singkatnya.

Untuk diketahui, kejadian kaburnya narapidana itu terjadi sebanyak 5 kali di tahun 2015 dan 2016 hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Berikut rinciannya.

Tahun 2015, dengan 3 orang narapidana.

Yakni, di tanggal 7 Februari, dengan narapidana bernama Abdu Rohman Hermansyah (42). Sedangkan, pada 14 April, Aiman (38) warga Desa Karang Gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, berhasil kabur.

Serta, pada 27 Juni, napi kasus penadah curanmor juga kabur yaitu Adim alias Hosaiman (40) warga Kabupaten Pamekasan.

Untuk tahun 2016, pada 10 Maret kemarin, Umar Faruk (23) warga Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang. Selanjutnya, pada 15 Agustus, napi bernama Samsudin (40) kasus penggelapan dan penipuan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan