Pamekasan, (Media Madura) – Saat ini Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur naik level 3 PPKM setelah sebelumnya sempat berada di level 1. Penyebabnya yakni rendahnya jumlah vaksinasi di wilayah itu.
Jumlah Vaksinasi di Kabupaten Pamekasan bahkan menjadi yang terendah se-Jawa Timur dari 38 kota/kabupaten.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dr. Nanang Suyanto mengatakan, turunnya level tersebut faktor utamanya adalah jumlah vaksinasi yang rendah karena masyarakat masih banyak yang enggan mengikuti program vaksinasi pemerintah.
Padahal, kata dia, pihaknya telah menggelar kegiatan vaksinasi dengan menggandeng berbagai pihak termasuk menggelar di seluruh kelurahan dan desa yang ada di wilayah itu.
“Itu karena pencapaian vaksinasi dimasukkan sebagai indikator penetapan level PPKM,” katanya kepada media ini.
Diuraikan, dari target total 652.819 sasaran vaksin hingga saat ini yang tercapai baru 16 persen. Tetapi pihaknya tetap akan berupaya agar angka tersebut terus meningkat.
Ia berharap agar masyarakat Pamekasan yang belum divaksin segera mengikuti kegiatan vaksinasi, baik di Dinkes, Puskesmas dan di berbagai tempat lainnya.
Sementara itu, kepala RSUD Waru dr Hendarto mengatakan banyaknya warga yang tidak mengikuti kegiatan vaksinasi karena masyarakat terpapar informasi yang salah sehingga takut untuk mengikuti kegiatan vaksinasi.
“Saya sering menyampaikan kepada masyarakat khususnya masyarakat pantura (pantai utara Pamekasan) agar mau divaksin. Suntik sehat namanya,” katanya.
Suntik sehat, kata dia, adalah upaya mencegah agar penularan COVID-19 tidak terjadi di tengah-tengah masyarakat karena terciptanya Herd Immunity (kekebalan kelompok).(Arf/Ist)


