26.9 C
Madura
Selasa, Juli 16, 2024

Kejari Tetapkan Bendahara Desa di Sampang Tersangka Korupsi BLT DD

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, menetapkan bendahara desa Sofrowi sebagai tersangka dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.

Penetapan tersangka setelah Tim Penyidik menemukan kerugian negara dalam perkara kasus tersebut sebesar Rp 260 juta. Penyaluran BLT itu bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020.

“Keterlibatan dan peran dari S ini penyidik menyimpulkan bahwa S ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Kasi Intel Kejari Sampang Achmad Wahyudi kepada wartawan, Rabu (29/11/2023) siang.

Wahyudi menuturkan, tersangka S menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor Kejaksaan Negeri Sampang sekitar 1 jam.

“Selama ini tersangka S sudah pernah diperiksa penyidik kurang lebih lima kali, tapi masih sebagai saksi dan sekarang sudah tersangka,” ujarnya.

Sementara saat ini penyidik belum melakukan penahanan terhadap tersangka S. Alasannya demi menjaga kondusifitas desa. Namun tidak menyurutkan penyidik untuk kembali memeriksa tersangka.

“Kita jaga kondusifitas, kita tahu sekarang saja baru ditetapkan tersangka banyak warga yang ramai datang ke kantor kejaksaan, kita tunggu nanti pemeriksaan lagi,” jelasnya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang Satrio menambahkan, sebelum penetapan tersangka, Penyidik Kejari Sampang memanggil dua orang saksi yakni Kepala Desa Gunung Rancak Muhammad Juhar dan Bendahara Desa Sofrowi.

Namun pemanggilan itu hanya dihadiri Sofrowi. Lantaran Muhammad Juhar berhalangan hadir karena alasan sakit.

“Soal penetapan tersangka lain nanti biarlah kami proses dulu, kita update lagi nanti,” kata dia.

Tak hanya itu, Tim Penyidik juga menyita uang sejumlah kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi BLT DD Gunung Rancak sebesar Rp 260.200.000 dari tersangka S.

“Uang itu diserahkan kepada Tim Penyidik oleh tersangka S bersama dengan saksi Muhammad Juhar,” terangnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 3 junto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dan diperbarui UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Diketahui, sejak Rabu pagi pukul 10.00 WIB, ratusan warga Desa Gunung Rancak merupakan simpatisan Kepala Desa dan Bendahara mengeluruk kantor Kejari Sampang.

Mereka tak terima penetapan tersangka kepada perangkat desanya setelah diperiksa penyidik sebagai saksi. Seharusnya penetapan tersangka lebih layak disangkakan kepada pihak bank penyalur.

“Hapus nama Kepala Desa dan Bendahara dari perkara ini, Kepala Desa kami bersih, itu hanya politik desa,” teriak warga di depan kantor Kejari Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article