Jumat, Desember 2, 2022

Kopi Hihihi, Lahir Karena Pandemi. Sukses yang Tak Direncanakan

Must read

- Advertisement -
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Bagi penikmat kopi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, nama kopi Hihihi mungkin sudah tidak asing lagi. Selain karena letaknya yang sangat strategis, berada di pusat kota, kafe ini juga mempunya menu kopi yang khas.

Ada cerita yang cukup menarik di balik suksesnya kafe dengan nama Hihihi yang didirikan persis di tengah-tengah pandemi COVID-19 ini. Di mana saat itu banyak pelaku usaha khususnya UMKM yang gulung tikar, justru kafe yang terletak tepat di sisi timur gedung irama plaza Pamekasan ini didirikan.

Nurkholis Septyoadi nama lengkap pemilik kafe dengan nama yang cukup jenaka ini “Hihihi”. Warga jalan KH Amin Jakfar, Kelurahan Gladak anyar, Kecamatan Pamekasan. Kholid nama panggilannya. Sedikit tidak sesuai dengan nama aslinya. Nurkholis, mestinya dipanggil Kholis tetapi teman-temannya memanggilnya Kholid. Ya begitulah dia akrab disapa.

Saat ditemui di kafenya pada Sabtu (11/12/21) pagi, Kholid berkisah tentang awal mula berdirinya kafe yang saat ini sudah punya 5 karyawan dan sudah punya cabang ini.

Kesuksesannya menjadi pengusaha berangkat dari sebuah ketidak sengajaan. Situasi pandemi COVID-19 yang justru menjadi pembuka jalan baginya menjadi pengusaha hingga saat ini.

Kholid bercerita, ia lahir di Pamekasan tetapi besar di Jawa. Sejak lulus SMP ia harus pindah ke Jawa dan meneruskan pendidikannya.

“Jadi saya SMA sudah di Jawa dan kuliah S2 di Malang, tetapi karena pandemi memaksa saya untuk pulang ke Pamekasan. Dan saat tiba di Pamekasan ini saya gak kenal siapa-siapa kecuali beberapa teman SMP dulu. Saya kan lama di Jawa,” katanya.

Beberapa hari berada di Pamekasan, Kholid merasa bosan dan tidak tahu harus melakukan apa, bergaul dengan siapa. Bahkan Pamekasan terasa asing baginya.

“Karena itulah saya mulai berpikir. Mau ngapain nich. Kebetulan saya suka meracik kopi. Sekitar bulan Juli tahun 2020, saat PPKM itu saya memutuskan julan kopi lesehan di pinggir jalan,” urainya.

Tetapi, kata dia, meskipun jualan kopi di pinggir jalan, ia tetap menjual kopi racikan dengan kualitas terbaik, bukan kopi kemasan.

“Jualan hari pertama Alhamdulillah mas, gak ada yang beli,” katanya yang mengundang tawa.

Meskipun begitu ia tetap sabar dan terus berjualan di sejumlah tempat. Pindah dari satu titik ke titik trotoar lainnya.

“Wajar ya gak ada pembeli. Kan waktu itu masih PPKM. Masyarakat masih takut keluar rumah. Ya ada lah beberapa yang beli, itupun teman sendiri,” ucapnya dengan jenaka.

Setelah malang-melintang di dunia trotoar Pamekasan, akhirnya ia berkeinginan untuk membuka kafe meskipun tidak punya modal dan tidak punya banyak teman.

“Saya yakin aja. Saya pasti bisa. Dan momen itu tiba. Jadi suatu hari orang tua saya ingin buka usaha ayam, mau buat kandang. Kebetulan teman orang tua saya ini ternyata tidak bisa dipercaya dan rencana itu gagal. Saya akhirnya memberanikan diri meminta uang untuk buat kandang ayam itu agar dijadikan modal saya untuk bikin kafe,” ulasnya.

Bak gayung bersambut, permintaan Kholid itu rupanya dipenuhi oleh orang tuanya. Lalu ia menyewa tempat di sisi timur Irama Plaza untuk kafe pertamanya. Dengan modal awal sekitr Rp 20 juta itu dia langsung tancap gas.

“Setelah dapat tempat ini langsung saya garap. Saya cuma diberi waktu dua minggu oleh orang tua saya untuk menyelesaikan ini hingga buka,” ucapnya.

Terkait konsep, ungkap Kholid, ia tidak punya konsep apapun saat awal membangun dan membuka kafe itu. “Asal jalan aja mas. Pokoknya buka dulu. Gak mikir konsep,” tegasnya.

Pemilihan nama Hihihi, jelas Kholid, merupkan peyorasi dari nama-nama kafe yang digunakan saat ini di berbagai tempat di Indonesia yang cenderung agak lebay,  seperti belahan jiwa, ruang rindu, tempat cengkrama dan lainnya.

“Hihihi itu simpel, yang penting ketawa. Kenapa gak hahaha, soalnya kurang sopan,” cetusnya.

Kholid juga menuturkan, di tengah situasi yang sulit karena adanya pandemi COVID-19 dan pembatas ruang gerak masyarakat serta seringnya dilakukan penutupan akses jalan ke kafenya saat pandemi, tidak membuatnya putus asa.

“Itu justru menjadi tantangan tersendiri. Yang penting tetap yakin bahwa kesuksesan pasti akan datang meski tidak direncanakan. Yang penting usaha,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin memberikan apresiasi dan mendorong agar anak-anak muda di Pamekasan khususnya yang baru memulai usaha bisa mempunyai mental yang kuat.

Sebab kata dia, dalam dunia usaha pasti akan banyak tantangannya, sehingga dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan agar usahanya bisa terus berjalan khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Sebab, kata Ahmad, pemuda sebagai penerus bangsa harus kreatif dan mengambil peran dalam pembangunan di berbagai bidang termasuk dalam bisnis.

“Bisa usaha kafe, kuliner, industri kreatif dan digital serta usaha-usaha lainnya. Tidak bisa kita hanya duduk diam saja,” harapnya.

Apalagi, sambung dia, Pemerintah Kabupaten Pamekasan saat ini mempunyai program perioritas dalam menciptakan pengusaha baru.

“Program tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah Kabupaten Pamekasan di bawah kepemimpinan Pak bupati (Baddrut Tamam) agar tercipta pengusaha pengusaha baru. Khususnya anak anak muda,” paparnya.

Dengan begitu, kata dia, maka perekonomian akan kembali berputar dan bisa segera pulih.

Ia berharap agar para pelaku usaha, baik IKM dan UMKM di Kabupaten Pamekasan terus bersemangat dan tetap optimis bahwa kondisi akan segera pulih dan iklim bisnis bisa kembali seperti semula.(Arif/Ist)

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article