Nasib Bidan Skandal Mobil Goyang di Ujung Tanduk

Kuasa hukum suami oknum bidan selingkuh di dalam mobil melaporkan ke kantor BKPSDM Sampang, Kamis (22/7/2021) siang. (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Usai divonis penjara 3 bulan atas kasus perselingkuhan mobil goyang, kini nasib oknum bidan inisial IR benar-benar berada di ujung tanduk.

Bidan IR kembali dilaporkan suaminya Hairuddin (42) atas dugaan pelanggaran disiplin atau kode etik ASN ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang.

Kuasa Hukum Hairuddin, Ja’farus Shodiq ditemui di kantor BKPSDM Sampang Jalan KH Wahid Hasyim mengatakan, kedatangannya ke BKPSDM untuk melaporkan pelanggaran disiplin terhadap tersangka IR sebagai ASN bidan Desa Tamberu Puskesmas Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah.

“Karena sampai saat ini sanksi berat dari pemerintah daerah belum diterima oleh IR, meski IR dengan selingkuhanya T secara hukum pidana sudah inkrah lewat putusan PN Sampang awal Juli 2021 lalu,” ucap Ja’farus Shodiq, Kamis (22/7/2021).

Menurut Ja’far, pelaporan ini didasari karena dinilai perbuatan IR mencoreng nama baik ASN se Kabupaten Sampang. Apalagi hingga ini, IR masih merupakan istri sah dari Hairuddin, yang juga sama-sama sebagai abdi negara (ASN).

Lantas, lanjut dia, sanksi berat mengenai kedisiplinan patut diterima IR. Sebab, perbuatannya diduga melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 1990 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS yang di tegaskan dalam pasal 14.

“Kami ingin bagaimana IR dihentikan dengan tidak hormat sebagai ASN, sudah jelas pasal 14 yaitu PNS dilarang hidup bersama wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah,” tutur Ja’farus.

Adapun point laporan ke BKPSDM, diantaranya mengenai pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 pasal 23 menyatakan bahwa ASN wajib menaati ketentuan perundang-undangan.

“Artinya IR atas putusan PN secara sah dan menyakinkan telah melanggar pasal 281 ayat 1 KUHP sesuai salinan putusan perkara nomor 84/Pid.B/2021/PN.Spg,” kata dia.

Kemudian, mengenai pelanggaran PP Nomor 53 tahun 2010 Pasal 4 tentang kedisiplinan PNS yaitu ASN wajib menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal ini perselingkuhan yang dilakukan IR dengan selingkuhanya T merupakan pelanggaran disiplin berat.

“Sangat jelas mencederai marwah ASN se Sampang, mengenai sanksi berupa pemberhentian seorang ASN sudah banyak dilakukan daerah-daerah lain dengan kasus yang sama,” jelasnya.

“Maka kami minta bapak Bupati memberikan hukuman berat terhadap IR merupakan ASN sekaligus menjadi pembelajaran yang lain,” imbuh Ja’farus Shodiq.

Menyikapi laporan itu, Plt Kepala BKPSDM Sampang Arif Lukman Hidayat menuturkan, akan objektif dalam menangani persoalan tersebut. Saat ini, pihaknya membentuk tim investigasi dalam kasus ini.

“Kita tunggu nanti hasilnya seperti apa, karena sampai sekarang kita menunggu surat putusan PN Sampang sebagai syarat pemberian sanksi kepegawaian terhadap IR,” singkatnya.

Sekedar diketahui, nasib IR setelah divonis dan menjalani hukuman 3 bulan, sementara ini IR diberhentikan dari jabatan negeri selama tiga bulan sesuai durasi masa tahanan.

Jika usai menjalani hukuman, pemerintah setempat akan melakukan langkah-langkah pemberian sanksi.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here