Sabtu, Desember 4, 2021
- Advertisement -
KesehatanTak Ada Jatah Vaksin Khusus untuk Jemaah Haji Pamekasan

Tak Ada Jatah Vaksin Khusus untuk Jemaah Haji Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2021. Rupanya di Kabupaten Pamekasan memang tidak ada jatah vaksin khusus untuk para jemaah haji tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Achmad Marsuki melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nanang Suyanto mengatakan tidak ada surat rekomendasi vaksinasi khusus untuk jemaah haji di Kabupaten Pamekasan.

“Prioritas kami yakni para lansia, orang dengan disabilitas, itu yang masuk prioritas kami. Masalah dari yang kami sebutkan itu masuk jemaah haji, bukan jemaah hajinya yang kami vaksinasi tetapi kelompok-kelompoknya itu,” katanya.

Untuk vaksin yang digunakan, kata dia, yakni sinovac yang saat ini sudah mendapatkan persetujuan dari WHO.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan Afandi mengatakan, pihaknya meminta para jemaah haji untuk tetap bersabar atas penundaan keberangkatan tahun 2021 ini.

Dikatakan, keputusan pemerintah yang tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2021 ini sudah berdasarkan banyak pertimbangan dan para calon hemaah haji diminta bersabar.

Terkait vaksinasi, kata Afandi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat terkait kebijakan vaksinasi ulang terhadap seluruh jemaah haji di Kabupaten Pamekasan meskipun keberangkatannya ditunda.

Dikatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinkes terkait vaksinasi ulang apabila nantinya ada penyelenggaraan haji di tahun 2022.

“Berdasarkan data yang kami terima sudah sekitar 60-70% jemaah yang tervaksin. Kita masih menunggu apakah para jemaah haji ini perlu vaksin ulang jika ada penyelenggaraan haji tahun depan atau tidak, tentu perlu kajian,” katanya.

Hingga saat ini sekitar 70% jemaah haji sudah divaksin, dari jumlah total 982 jemaah tahap 2,3 dan 4, ditambah jemaah haji pelunasan tahap 1 yang jumlahnya sekitar 600 orang. Termasuk tambahan Lansia, pendamping dan penggabungan suami istri.

Afandi juga mengatakan, para jemaah haji ini mestinya sudah berangkat di tahun 2020 tetapi pandemi membuat keberangkatannya mengalami penundaan.

“Sementara waktu bersabar, dan tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19 ini,” pintanya.(Arf/Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Space Available | Kontak Kami

Pilihan Redaksi

- Advertisement -

Latest article

More article

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme