Menanti Kejelasan Vaksinasi Ulang COVID-19 Jemaah Haji Pamekasan

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, H Afandi
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur hingga saat ini masih belum ada kepastian jadwal keberangkatannya, di tengah penantian itu ada hal lain yang saat ini menjadi fokus Kementerian Agama kabupaten setempat, yakni terkait vaksinasi COVID-19.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan Afandi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat terkait kebijakan vaksinasi ulang terhadap seluruh jemaah haji tersebut.

“Hasil koordinasi kami dengan dinas kesehatan bahwa jemaah haji yang sudah tervaksin, manakala nanti ada penyelenggaraan haji (kepastian keberangkatan) ini masih menunggu kajian, apakah jemaah itu bisa divaksin dua kali dengan vaksin yang berbeda,” katanya kepada media. Rabu (19/05/2021) pagi.

Dikatakan, kajian tersebut perlu dilakukan dalam rangka menghindari resiko dari vaksinasi ulang COVID-19 tersebut.

Dikatakan Afandi, sebelumnya sudah ada edaran dari Kementerian Agama agar seluruh jemaah haji tervaksin, tetapi Kemenag Pamekasan tidak bisa memaksakan seluruh jemaah haji bisa tervaksin.

“Vaksin itu kewenangan dari dinas kesehatan dan 30 April kemarin batas terakhir. Berdasarkan data yang kami terima sudah sekitar 60-70% jemaah yang tervaksin,” urainya.

Sisanya, kata dia, masih menunggu jadwal vaksinasi lanjutan sehingga seluruh jemaah 100% tervaksin COVID-19.

Tetapi, sambung Afandi, yang menjadi pertimbangan saat ini adalah kepastian vaksin ulang terhadap seluruh jemaah haji di wilayah itu.

“Saat ini Dinkes tidak berani melakukan vaksin dua kali terhadap jemaah haji. Apalagi belum ada rekomendasi dari WHO terkait vaksin sinovac itu,” urai Afandi.

Hingga saat ini sekitar 70% jemaah haji sudah divaksin, dari jumlah total 982 jemaah tahap 2,3 dan 4, ditambah jemaah haji pelunasan tahap 1 yang jumlahnya sekitar 600 orang.

“Jumlah jemaah haji kita 982, itu dengan jemaah yang pelunasannya tahap 2,3 dan 4. Tetapi tetapi untuk yang tahap 1 kisarannya 600 orang jemaah yang merupakan porsi jemaah reguler, yang mestinya sudah berangkat tahun 2020 kemarin. Termasuk yang tambahan, yakni Lansia, pendamping dan penggabungan suami istri, karena penggabungan mahrom itu bisa,” paparnya.

Fandi berharap agar segera ada kejelasan terkait keberangkatan jemaah haji tersebut. Dan ia meminta agar seluruh jemaah sementara waktu bersabar dan tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19 ini.(Arf/Ist)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.