Komitmen Lindungi Petani Tembakau, Aliyadi Mustofa Akan Lakukan Ini

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa diwawancarai sejumlah awak media seusai menggelar reses di Kabupaten Pamekasan, pada 15 September 2020
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Komitmen Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa dalam melindungi petani tembakau bukan janji belaka. Berbagai upaya kongkret dilakukan. Salah satunya, akan menggelar sosialisasi perda yang mengatur tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

Kegiatan itu akan digelar di Hotel Odaita, Pamekasan selama dua hari. Yakni, Senin dan Selasa pekan depan. Para pemangku kebijakan serta ratusan petani tembakau di Madura akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Aliyadi mengatakan, Pemprov Jawa Timur memiliki regulasi yang mengatur tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Yakni, Perda Nomor 5 Tahun 2015. Regulasi itu penting disosialisasikan kepada masyarakat.

Tujuannya, agar petani tembakau mengetahui hak yang dimiliki dalam bertata niaga. Dengan demikian, jika ada praktik yang tidak sesuai aturan, petani bisa berperan sebagai kontrol.

”Makanya kami akan gelar sosialisasi tentang regulasi ini agar petani paham aturan-aturan yang ada,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Al itu berkomitmen memperjuangkan nasib petani. Bagi dia, antara petani dengan perusahaan harus saling menguntungkan. Sebab, pada hakikatnya, keduanya saling membutuhkan.

Perusahaan butuh bahan baku dari petani. Sementara petani butuh tembakaunya dibeli oleh perusahaan. Tapi, fakta yang terjadi selama ini, petani kerap dirugikan. Harga tembakau kerap tidak berpihak pada petani.

Oleh karenanya, butuh perlindungan dari pemerintah. Pemprov Jatim menjawab kebutuhan itu dengan menelurkan aturan yang sangat memihak pada petani. ”Kami komitmen terus berada di garda terdepan dalam melindungi dan memberdayakan para petani,” tukas politisi PKB itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.