Malas-Malasan Saat Puasa, Gaji ASN Sampang Bisa Dipotong

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyerahkan petikan SK CPNS di Pendopo Trunojoyo, Senin (4/1/2021) pukul 09.00 WIB. (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Inspektorat mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang agar tidak bermalas-malasan bekerja saat Ramadhan, karena bisa dijatuhi sanksi berupa pemotongan gaji.

Seperti disampaikan Plt Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo. Ia mengatakan, ASN yang kedapatan malas hingga tidak masuk kerja tanpa keterangan di bulan puasa ini akan mendapatkan sanksi tegas, salah satunya pemotongan nominal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Jadi TPP yang setiap bulannya didapatkan akan berkurang sekian persen sesuai tingkat kesalahan,” ujar Ari, Kamis (15/4/2021) kemarin.

Kemudian, sanksi disiplin bagi ASN yang tingkat kehadirannya lima hari tanpa keterangan bisa dilakukan pembinaan dari atasan langsung.

Sedangkan, jika diketahui tetap membandel, tahap selanjutnya akan diserahkan kepada Inspektorat dengan penyerahan surat kepada bupati untuk dilakukan pembinaan melalui Inspektorat.

“Untuk sanksinya lebih berat, tingkat kesalahan menengah ke atas bisa penurunan pangkat, penundaan kenaikan pangkat satu tahun, dan penundaan gaji berkala,” tegas Ari.

Menurut dia, bukan tanpa alasan masih didapati ASN malas bekerja di bulan Ramadhan. Sebab, jam kerja ASN telah dipangkas hingga 30 menit dari waktu biasanya.

Kata Ari, selama ini pihaknya melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun tingkat kecamatan.

Tak hanya itu, Inspektorat juga berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang untuk memantau tingkat absensi secara online.

“Hasil penyisiran kami tidak ada ASN melanggar ketentuan yang berlaku, justru mereka lebih giat bekerja di bulan puasa ini,” tuturnya.

Reporter : Ryan
Editor : Arf

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.