Cerita Kader BPJS Tagih Iuran Dikira Debt Collector

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Elke Winasari saat memaparkan program. Kamis (25/03/2021) pagi.

Pamekasan, (Media Madura) – Kader BPJS Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mempunyai cerita yang unik saat menjalankan tugasnya dalam menagih iuran kepada peserta.

Fitriatus Solehah (33), warga Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, yang merupakan kader BPJS pernah menagih iuran BPJS Mandiri, dan justru warga mengira ia sebagai debt collector.

Dikatakan Fitri, anggapan itu karena warga banyak yang tidak memagami bahwa saat mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maka harus membayar iuran setiap bulan.

“Warga banyak yang salah paham, disangka semua gratis tanpa bayar iuran. Semua dibayar pemerintah. Hal itu karena waktu daftar dilakukan bukan olehnya tetapi oleh pihak lain. Jadi warga kaget saat ditagih iurannya. Saya disangka debt collector,” katanya. Kamis (25/03/2021) pagi

Dikatakan Fitri, ia menjadi kader BPJS dengan tujuan ingin membantu mensukseskan program nasional tersebut dan membantu warga.

“Tugas saya bukan hanya menagih iuran, tetapi juga melakukan sosialisasi dan memberikan penyadaran kepada masyarakat,” urainya.

Sementara itu, kader BPJS lainnya Akhmad Aminullah, warga Perum Tlanakan mengatakan, tugas dalam menagih iuran BPJS mandiri merupakan tugas yang unik dan menarik, sebab ia harus menagih pada peserta yang tanpa adanya hutang piutang, agunan dan bukan masalah hukum.

“Jadi kita lakukan upaya penyadaran. Jadi kader itu tidak boleh marah apapun situasinya, dan terus memberikan kesadaran kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Elke Winasari menuturkan, pihaknya memang merekrut kader BPJS dalam rangka mensukseskan program yang dijalankan oleh institusi yang dipimpinnya itu.

Dikatakan, sejak tahun 2019 lalu pihaknya telah melakukan perekrutan kader BPJS dengan target sebanyak 45 orang se-Madura, tetapi hingga saat ini yang mendaftar masih 15 orang.

Elke Winasari juga menuturkan, selama ini ada kesalah pahaman dari peserta BPJS kesehatan mandiri tentang pembayaran iuran, sehingga salah satu tugas yang harus dilakukan oleh kader BPJS adalah memberikan penyadaran, selain melakukan penagihan.

“Makanya sejak tahun 2016 wajib bagi peserta agar mendaftar sendiri, hal itu untuk menghindari kesalah pahaman pembayaran iuran itu,” katanya kepada wartawan.

Peserta BPJS mandiri selain membayar iuran ke kantor, juga bisa membayar melalui transfer dari sejumlah bank, juga bisa melalui Tokopedia, Ovo, Indomart, Alfamart, pos, Gopay dan lainnya.

Seperti diketahui, peserta BPJS Mandiri harus membayar iuran setiap bulannya berdasarkan kelasnya.

Untuk kelas I sebesar Rp 150.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I. 

Kelas II sebesar Rp 100.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.

Kelas III sebesar Rp 42.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.

Pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000, sehingga per 1 Januari 2021, iuran BPJS Kesehatan kelas III yaitu sebesar Rp 35.000. (Arf/Nnk)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.