Buntut Penutupan Paksa Asela, Trauma Beroperasi dan Puluhan Karyawan Terancam Kehilangan Pekerjaan

Sampang, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang melalui petugas gabungan Satpol PP dan BPPKAD Sampang menutup paksa dengan cara menyegel Rumah Makan RM Asela, pada Rabu (03/03/2021) pukul 10.00 WIB. Penutupan paksa tersebut dilakukan akibat Rumah Makan yang sangat populer dan mempekerjakan puluhan karyawan ini tidak maksimal dalam menggunakan alat lektronik yang dipasang oleh dinas terkait, yakni sebuah sistem pencatat dalam pembayaran pajak.

Padahal diakui sendiri oleh Kabid Pendapatan BPPKAD Kabupaten Sampang Chairijah bahwa rumah makan ini bayar pajak, tetapi tidak maksimal dalam menggunakan alat lektronik yang dipasang oleh pihaknya.

Pemilik RM Asela Bukat Riyono menyatakan hal yang sama, bahwa usaha restorannya itu secara rutin membayar pajak setiap bulan. Tetapi sering ada gangguan jaringan pada alat Tapping Box yang dipasang oleh dinas terkait akibat gangguan listrik.

“Kita bingung juga dengan alat itu, kadang saat padam kita tidak tahu, dapat telepon bagian pajak kenapa dicabut ternyata memang sedang listrik padam, makanya kadang bayar pajak manual,” terang Bukat.

Kini masalah pembayaran pajak itu sudah diselesaikan olehnya dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sampang dan diperbolehkan untuk beroperasi kembali seperti sedia kala.

Hanya saja, buntut dari penutupan paksa dan penyegelan itu membuat pengelola rumah makan yang kerap menjadi tempat makan para pejabat negara, artis dan tokoh penting nasional ketika berkunjung ke Madura ini trauma untuk beroperasi kembali. Akibatnya, puluhan karyawan yang merupakan warga sekitar terancam kehilangan pekerjaan.

“Saya masih trauma untuk buka kembali. Yang saya pikirikan sekarang hanya karyawan yang jumlahnya sangat banyak. Disaat pandemi begini, pekerjaan sangat sulit, mereka rata-rata orang tidak mampu. Tapi saya belum punya keberanian untuk buka,” katanya.

Bahkan, kata Bukat, tidak hanya karyawannya yang kehilangan pekerjaan, tetapi para pedagang pasar, pemasok ikan, sayur, daun pisang dan bahan-bahan masakan yang biasa memasok ke rumah makan yang dikelolanya itu juga terkena dampak.

Bukat yang juga merupakan mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan, untuk sementara waktu, agar para karyawannya itu tetap bekerja, pihaknya akan membuat gerobak kecil dan berjualan bakso serta ayam bakar yang nantinya akan beroperasi di wilayah Kabupaten Pamekasan.

“Rencana ini karena kepala pekerja datang ke saya dan meminta kebijakan agar puluhan karyawan yang menganggur bisa bekerja kembali, makanya saya berencana buat gerobak dulu, nanti rencananya akan buka gerobak bakso dan ayam goreng. Semoga terlaksana dan semua lancar,” harapnya.

Dikatakan, ia belum bisa memastikan kapan Rumah Makan yang mengusung konsep pariwisata ini akan kembali beroperasi akibat trauma yang dialaminya. “Semoga tidak lama lagi, sampai trauma saya hilang dan hati saya kembali seperti semula,” ucapnya.

Seperti diketahui, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, pemerintah pusat menggelontorkan dana triliunan. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) tahun ini mencapai Rp 688,33 triliun atau meningkat dari alokasi sebelumnya Rp 627,9 triliun.

Program PEN ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap laju UMKM , korporasi, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam berbagai kesempatan, Menparekraf Sandiaga Uno mendorong dan terus berupaya agar perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus tumbuh dan bangkit akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Tanah Air.

“Buat saya, UMKM perannya sangat strategis, membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian. Jadi kita harus fokus sekarang gimana UMKM ini bisa bertahan,” ujar Sandiaga seperti yang dimuat kompas.com.

Bahkan, kementerian parekraf menggelontorkan dana besar-besaran guna terus menghidupkan pariwisata dan UMKM agar perekonomian negara terus bergerak dan bangkit.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.