Miris, Kakek di Sampang 38 Tahun Tinggal Sekandang dengan Sapi

Kondisi memprihatinkan Mbah Puadin yang tinggal di dalam kandang sapi selama 38 tahun. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Hidup memprihatinkan dan tinggal satu atap dengan seekor sapi dialami Mbah Puadin. Demi menyambung hidup, kakek berusia 69 tahun itu harus makan singkong karena tak lagi mempunyai beras.

Hampir 38 tahun ia tinggal di kandang sapi berukuran 3×2 meter di Dusun Leke Kondur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Disekeliling rumah reyotnya, tubuh kurus kering kakeh tersebut hanya dilindungi dinding bambu yang tak kalah tua dengan umur Mbah Puadin.

Setiap hari ia tidur diatas dipan bambu kecil beralasan kasur dan bantal yang kumal. Di tempat itu juga Mbah Puadin memasak singkong ditemani seekor sapi.

Sejak dulu ia tinggal sendiri tanpa sanak keluarga. Kedua orangtuanya telah menghadap sang Ilahi semenjak Mbah Puadin masih berusia remaja. Hanya warisan gubuk rapuh yang ia tempati saat ini menjadi harta satu-satunya paling berharga.

“Sobung pole napah se edhe’erreh paggun tenggheng,” tutur Mbah Puadin dengan logat Madura.

“Tidak ada lagi tetap makan singkong,” arti dalam Bahasa Indonesia.

Mbah Puadin saat ditemui mengaku, terkadang dirinya dimintai tolong mencangkul sawah milik tetangganya. Upah sebesar Rp 40 ribu didapati setelah sehari bekerja sebagai buruh tani.

“Ya alhamdulillah uangnya bisa dibuat kebutuhan hidup, tapi kalau itu ada yang membutuhkan tenaga saya, kalau tidak hanya makan seadanya,” ucap Mbah Puadin sembari memegang rantang berisi Singkong.

Mbah Puadin adalah satu diantara sekian jiwa warga miskin di Kabupaten Sampang. Kondisi ini belum mengantrol potret kemiskinan ditengah pesatnya pembangunan infrastruktur dan sektor pembangunan lainnya.

Ironisnya, sang kakek malang tersebut meleset dan tak pernah mendapat bantuan sedikit pun dari pemerintah setempat.

Meski begitu, Mbah Puadin tak pernah mengeluh namun dirinya berharap pemerintah dapat membantu kondisinya karena sudah puluhan tahun tinggal dirumah rapuh.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.