Kasus COVID-19 Meningkat, Disdik Sampang Kembali Terapkan Sistem Belajar Daring

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengikuti aksi cuci tangan sebelum memantau pertemuan tatap muka (PTM) pertama kalinya di SMA Negeri 1 Torjun pada Selasa (18/8/2020) lalu. (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali menerapkan sistem belajar mengajar secara daring atau online. Pemberlakukan ini menyusul meningkatnya kasus sebaran COVID-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Nur Alam mengatakan, penerapan sistem belajar daring diberlakukan mulai hari ini Senin 4 Januari hingga Sabtu 9 Januari 2021. Kebijakan tersebut untuk semua jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, dan tingkat SMP.

“Sebaran COVID-19 di Sampang terjadi peningkatan sehingga saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali diberlakukan secara daring untuk mencegah klaster penularan baru,” kata Nur Alam dihubungi Media Madura, Minggu (3/1/2021) kemarin.

Berdasarkan data sebaran COVID-19 di Sampang pertanggal 3 Januari, terdapat 544 orang dinyatakan terconfirm positif dan 27 orang meninggal dunia serta 486 dinyatakan sembuh. Daerah sebutan Kota Bahari ini status sebarannya berubah dari warna kuning menjadi oranye.

Nur Alam menuturkan, peserta didik masuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) pada Senin 11 Januari 2021. Tatap muka tersebut tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Untuk jenjang SD dan SMP setiap kelas 50 persen. Sedangkan, tatap muka untuk PAUD perkelas maksimal 5 peserta didik.

“Setelah belajar daring ini nanti Senin mendatang akan kembali tatap muka dengan prokes yang ketat,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, informasi penundaan KBM tatap muka peserta didik semester 2 tahun ajaran 2020 – 2021 tersebut sudah disampaikan melalui surat edaran Disdik Sampang Nomor 420/01/434.201/2021.

“Surat edaran sudah kita sebar pada Jumat 1 Januari kemarin kepada seluruh kepala sekolah, Korbiddikcam, pengawas, penilik, pengelola PAUD, pengelola PNFI,” ujar Nur Alam. .

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.