Begini Aturan Penggantian Wakil Kepala Daerah yang Wafat

Pasangan Badrut Taman-Raja’e (Berbaur) saat kampanye pada Pilkada tahun 2018.

Pamekasan, (Media Madura) – Jabatan Wakil Bupati Pamekasan kini tengah kosong karena wafatnya H. Raja’e pada Kamis (31/20/2020) siang. Lalu bagaimana mekanisme pengisian jawabatan tersebut.

Ketua KPU Pamekasan Mohammad Halili menegaskan bahwa terkait penggantian jabatan orang nomor 2 di lingkungan Pemkab Pamekasan itu bukanlah wewenang KPU.

“Penggantian Wakil Bupati Pamekasan yang meninggal dunia dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD kabupaten berdasarkan usulan gabungan partai politik pengusung,” katanya kepada mediamadura.com.

Dikatakan, partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua nama Wakil Bupati kepada DPRD melalui bupati untuk dipilih dalam sidang paripurna.

Berdasarkan kajian mediamadura.com, dasar hukum penggantian antar waktu (PAW) kepala daerah berlandaskan sejumlah undang-undang dan peraturan pemerintah.

Pertama berdasarkan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 yang telah diubah dengan Undang-Undang nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 89.

Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 Pasal 176 Ayat 1,2,3 dan 4. Dan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 Pasal 23 Ayat d dan e, serta Pasal 24 Ayat 1,2,3 dan 4.

Bunyi Pasal 176 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 yakni,  (1)  Dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung. 

(2)  Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota, untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sementara, pengusung pasangan Badrut Taman-Raja’e (Berbaur) pada Pilkada tahun 2018 lalu sebanyak 4 partai politik, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.