PSSI Sampang Jatuhi Sanksi Rp 10 Juta ke Barbara Fc

Komdis dan Komding memanggil pihak terkait pasca kericuhan pertandingan sepak bola antara Barbara Fc dan Putra Banyuates, Sabtu (25/12/2020) sore. (Ryan/MM)

Sampang, (Media Madura) – PSSI Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 10 juta rupiah kepada klub sepak bola Barbara Fc (Karang Penang). Sanksi tersebut didapat setelah menjalani pertandingan yang berujung ricuh di Lapangan Wijaya Kusuma pada Jumat (25/12/2020) kemarin.

“Klub Barbara Fc wajib membayar sanksi denda sebesar Rp 10 juta,” ucap Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Sampang H Bahri kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).

Selain sanksi denda, Barbara juga dilarang mengikuti kompetisi resmi selama 2 tahun. Meski begitu, klub sepak bola asal Kecamatan Karang Penang itu diberi waktu selama 7×24 jam untuk banding atas putusan PSSI.

Bahri menuturkan, pemberian sanksi ini setelah pihaknya melakukan klarifikasi memanggil pihak terkait diantaranya pengawas pertandingan, wasit, panitia pelaksana, klub Barbara Fc dan klub Putra Banyuates pada Sabtu sore.

Sanksi dijatuhkan atas dasar Peraturan Pertandingan Khusus (PPK) Kompetisi Internal PSSI Sampang Tahun 2020 pada BAB IX mengenai pelanggaran dan hukuman pada Pasal 25 tentang pengghinaan dan penganiayaan.

“Sebelum para klub sepak bola Sampang menggelar pertandingan mereka menyepakati bersama peraturan PSSI yang ditandai tangani diatas kertas bermaterai, salah satu kesepakatannya tidak membawa supporter dan terjadi kericuhan, jadi siapa yang melanggar pasti di sanksi,” kata Bahri.

Dirinya juga menyampaikan, PSSI tidak hanya menjatuhkan sanksi kepada Barbara. Termasuk klub sepak bola Putra Banyuates. Sanksi dijatuhkan kepada official Putra Banyuates inisial YP dilarang mengikuti kompetisi resmi dan mendampingi klub untuk jadi official selama 2 kali pertandingan.

Kemudian sanksi kepada pihak panitia. Yakni, Imam Hakiki sebagai wasit dilarang memimpin 1 kali pertandingan resmi di Kabupaten Sampang, Fajar dan Ainul Yakin sebagai asisten wasit serta Fairus pengawas pertandingan dilarang memimpin pengawasan pertandingan resmi di Kabupaten Sampang.

Selanjutnya, panitia pelaksana yaitu Wafi Anas, Fauzan, Mohammad Imam, Hamdan, Haris Hariyanto dijatuhi sanksi dilarang menjadi panitia selama 2 kali pertandingan resmi di Kabupaten Sampang.

Menyikapi pemberian sanksi, Manager Barbara Fc Mahmud dengan tegas tidak bisa memberikan keterangan kepada wartawan. Pihaknya memilih masih melakukan pembahasan diinternal klub.

“Sementara no komen, masih mau rapat dengan jajaran pengurus Barbara,” singkatnya dibalik pesan.

Sementara Juru Bicara Putra Banyuates Amirusi mengaku, pihaknya merasa dirugikan oleh pihak pelaksana lantaran telah mencederai soal kesepakatan bersama.

Untuk itu, dirinya meminta pihak terkait mengusut tuntas penganiayaan yang menyebabkan pemainnya terluka.

“Kesepakatannya jelas bahwa tidak ada suporter, maka kami menyimpulkan dari kejadian ini akibat pembiaran oleh panitia yang membiarkan ada supporter,” terang Amirusi.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.