Lahir di Tengah Pandemi, Bisnis Anak Muda Ini Usung Konsep Social Enterprise

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memegang Krepa Snack dalam acara Milenial Talent HUB 2020.

Pamekasan, (Media Madura) –  Sekumpulan anak muda di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membuat sebuah ide cemerlang dengan membangun bisnis yang mengusung konsep social enterprise, dan konsep ini merupakan yang pertama di Pamekasan.

Social Enterprise merupakan sebuah ide bisnis yang menggabungkan antara bisnis dengan pemeberdayaan masyarakat khususnya anak muda, di mana sebuah perusahaan akan memaksimalkan pendapatannya untuk kepentingan aktivitas sosial kemasyarakatan, keuntungannya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mendanai program sosial dari organisasi yang menaunginya.

Anak-anak muda ini berada di bawah organisasi literasi yakni Compok Literasi, dan mendirikan bisnis berupa olahan kerupuk dari kelapa yang diberi nama KrepaSnack.

KrepaSnack diproduksi sendiri oleh anak-anak muda ini dan mendesain kemasannya dengan sangat menarik sehingga layak dipasarkan tidak hanya pasar lokal tetapi juga pasar nasional.

Direktur KrepaSnack, Arinal Haqil Ghifari

Direktur KrepaSnack, Arinal Haqil Ghifari yang biasa dipanggil Arinal ini mengatakan, awal penjualan produknya yakni dari teman ke teman dan juga diperkernalkan melalui sesama penggiat litarasi di Madura.

“Dan respon awal sangat bagus, sehingga kita terus meningkatkan produksi, dari yang awal pada minggu pertama kita produksi hanya sekitar 30 bungkus kita naikkan menjadi 100 bungkus pada minggu kedua,” katanya kepada mediamadura.com. Senin (21/12/2020) pagi.

Dikatakan, ukuran bungkus produknya itu dibagi dua, yakni ukuran kecil 9×15 cm dengan berat 35grm dijual dengan harga Rp 4 ribu dan ukuran sedang dengan ukuran 13×50.5 cm berat 75grm dengan harga Rp 10 ribu.

“Karena respon awal bagus maka kita lanjutkan dengan memasarkan secara online, baik melalui platform media sosial yang kita buat maupun melalui e-commerce,” ujarnya.

Arinal juga menguraikan, untuk terus meningkatkan popularitas dan pengenalan pada publik, produknya sering mengikuti pameran, baik yang digelar oleh pemerintah maupun digelar oleh organisasi swasta.

“Kita sering ikut pameran produk UMKM. Pernah ketika ada Meneteri Desa (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ) Pak Abdul Halim Iskandar di Pamekasan, produk kami juga dipamerkan di sana, dan Pak menteri mencoba produk kami,” katanya.

Tidak hanya itu, produk kreativitas anak muda desa ini juga dipamerkan dalam program yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan yakni Milenial Talent HUB 2020.

Awal berdirinya bisnis tersebut, kata Arinal, dimulai pada bulan Juni 2020. Berangkat dari keresahan para penggiat Compok Literasi yang kesulitan akibat pandemi Covid-19, program yang telah dirancang tidak bisa berjalan dengan baik, karena tidak ada dana.

“Apalagi di tengah Pandemi Covid-19 kami benar-benar kesulitan untuk menjalankan program dan juga beraktivitas lainnya juga sangat sulit” katanya.

Dari situlah Arinal mempunya ide untuk membuat produk yang bisa dipasarkan baik secara tradisional maupun online. Sebab ia sudah memprediksikan bahwa tingkat kunjungan masyarakat di dunia internet akan meningkat, mengingat aktivitas masyarakat yang hanya di rumah saja selama pandemi.

“Kita bersama-sama dengan teman-teman mewujudkan ide itu dan kami pasarkan. Meskipun awalnya sangat sulit tetapi sekarang produk kami sudah diterima, tidak hanya di pasar lokal Madura, bahkan pemesan KrepaSnak sudah dari seluruh Indonesia,” ulasnya.

Ia berharap produknya itu semakin dikenal oleh masyarakat dan hasilnya bisa membuat program Compok Literasi yang dikelolanya berjalan dengan maksimal.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memang terus memberikan dorongan agar pemuda di kabupaten yang dipimpinnya itu terus melahirkan ide kreatif dan menjadi pengusaha baru.

“Kami terus memberikan dorongan kepada anak muda agar menjadi pengusaha, dan kami telah menyiapkan program untuk mewujudkan hal itu,” katanya.

Program yang dimaksudkan oleh orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu adalah menciptakan 10 ribu wirausaha baru, dimana pihaknya memberikan pelatihan dan juga memberikan pinjaman modal bagi peserta pelatihan yang telah dirancang oleh pemerintahan yang dipimpinnya itu.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Pamekasan di masa kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja`e ini, mempunyai program menciptakan 10 ribu wirausaha baru berbasis potensi desa.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.