2020, Perselingkuhan Dominasi Perceraian di Sumenep

Kantor Pengadilan Agama Sumenep (Foto: Rosy MM)
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Angka kasus perceraian di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun 2020 masih cukup tinggi.

Terhitung dari Bulan Januari hingga Bulan November lalu, terdapat 1.429 kasus perceraian, mulai dari cerai talak hingga cerai gugat.

Panitera Muda Pengadilam Agama Sumenep, H. Arifin mengatakan, jumlah laporan yang sudah diputus selama 11 bulan tersebut 856 cerai gugat dan 573 cerai talak.

“Sementara laporan yang diterima mencapai 1.550 perkara, jadi sisinya yang masih belum diputus berjumlah 121 perkara,” ungkap Arifin, Selasa (15/12/2020).

Untuk faktor terjadinya perceraian, lanjut Arifin, didominasi oleh faktor perselingkuhan. Sementara faktor lainnya yakni poligami, ditinggalkan sepihak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan ekonomi.

“Terbanyak faktor dari perselisihan terus menerus yang di antaranya karena perselingkuhan, sebanyak 1.226 perkara,” paparnya.

Arifin memperkirakan di tahun 2020 ini kasus penceraian meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 1.602. Pasalnya, kata dia, di Bulan Desember masih belum dihitung, ditambah perkara yang belum diputus.

“Upaya kita ketika pemohon dan termohon itu hadir kita selalu melakukan mediasi kepada keduanya, namun jarang yang berhasil, karena ini masalah pribadi jadi kita tidak boleh memaksa,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.