Puluhan Ribu Warga Sumenep Terancam Tak Bisa Nyoblos

Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Puluhan warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terancam tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep, 9 Desember 2020 nanti.

Pasalnya, meskipun mereka tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilbup mereka belum melakukan perekaman KTP Elektronik (E-KTP). Yang tidak rekam e-KTP jumlahnya sekitar 22 ribu orang.

Sementara sesui ketentuan, pemilih harus membawa E-KTP atau Surat keterangan (Suket) untuk menggunakan hak pilihnya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner KPU Sumenep Devisi Perencanaan dan Data, Syaiful Rahman menjelaskan, hasil koordinasi dengan Dispendukcapilhingga akhir November lalu sekitar 1,8 persen lebih dari jumlah DPT 822.320 pemilih belum ber-eKTP.

“Kami KPU melalui PPK di Kecamatan maupun PPS di desa-desa melakukan penyisiran sekaligus mendorong masyarakat supaya mengurus dokumen kependudukannya ke kecamatan,” ujarnya, Jumat (4/12/2020).

Sementara Kepala Dispendukcapil Sumenep, Achmad Syahwan Effendi menyebutkan, data Kementerian Dalam Negeri jumlah wajib KTP di Sumenep yang belum merekam eKTP per 26 November berkisar 11.021 orang.

“Tetapi dalam beberapa hari terakhir banyak yang sudah mengurus, saat ini tinggal 9.910 orang (belum rekam),” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya menegaskan, instansinya akan terus memperluas akses bagi masyarakat untuk melakukan perekaman mulai di Mall Pelayanan Publik, Unit Pelaksana Teknis, dan kecamatan.

“Jadi bagaimana kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman di tempat-tempat pelayanan yang sudah kami sediakan,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.